Ragam Editor : Agus Sigit Rabu, 14 November 2018 / 14:49 WIB

Hii Seram! Anak Hilang Tunjukkan Lokasi Jasadnya

SUATU hari, warga di sebuah desa heboh. Gara-garanya, ada kabar seorang anak hilang setelah bermain. Biasanya si anak, Juki (nama samaran) sudah pulang pada siang hari, tapi hingga sore hari tidak juga muncul. Keluarga bersama warga desa pun langsung melakukan pencarian ke seluruh penjuru desa.
Mereka pikir si Juki diculik orang, karena saat itu memang tengah marak isu penculikan terhadap anak . Tapi setelah ditanyakan pada teman-teman bermain si Juji yang hilang, tak ada yang melihatnya diajak pergi orang. Makin khawatir kedua orangtua si Juki. Cemas anak mereka kenapa-kenapa.

Kabar hilangnya terdengar sampai telinga Pak Kadi (bukan nama sebenarnya). Saat itu ia tengah mencari rumput di pinggir kampung. Tiba-tiba seperti ada yang menuntun untuk berjalan ke suatu tempat. Dari kejauhan Pak Kadi melihat sepeda yang biasa dipakai bermain si Juki tergeletak di sebuah tempat wingit. Pak Kadi mendekat dan dilihatnya si Juki duduk di samping sepedanya. Tapi si Juki hanya diam saja. Wajahnya terlhat pucat.

“Ayo pulang Juki, kedua orangtuamu mencarimu dari tadi,” ajak Pak Kadi.
Si Juki tak menjawab. Pak Kadi pun mengulang kembali ajakannya. Si Juki tetap hanya diam saja.

Gagal membujuk si Juki untuk pulang, Pak Kadi bergegas menuju ke kampung. Ia menemui orangtua si Juki dan warga desa yang masih bingung mencari-cari.

“Pak…pak, si Juki ada di seberang sungi pojok kampung. Ia duduk di bawah pohon randu, saya ajak pulang tidak mau,” kata Pak Kadi tergopoh-gopoh.

Mendapat kabar dari Pak Kadi, selutuh warga kampung pun berbondong-bondong ke tempat yang dimaksud. Mereka tahu, tempat tersebut memang dikenal wingit dan tidak sembarang orang berani ke sana.

Namun sampai di tempat, hanya ada sepeda yang tergeletak. Mereka tak menemukan si Juki. Ketika melihat sepedanya, kedua orangtua si Juki langsung tahu itu sepeda milik anaknya. Semua orang memanggil-mangghil nama Juki, tapi si anak tidak juga muncul.

Pak Kadi lalu bercerita kalau tadi ia sempat melihat si Juki di samping sepeda itu. Kemudian mengajaknya ngobrol tapi tak ada respon, si Juki hanya diam saja. Orangtua si Juki hanya bisa terdiam. Ia sedih mendengar cerita Pak Kadi.

Tiba-tiba orang yang berkumpul di dekat sepeda kaget mendengar ada yang berteriak, “Haii… si Juki ada di sini.”

Tak jauh dari tempat tersebut, si Juki ditemukan dalam keadaan terbujur kaku. Jenazah si Juki pun dibawa pulang untuk dirawat dan dimakamkan. Tidak ada yang tahu secara persis, penyebab meninggalnya si Juki di tempat wingit tersebut. Kedua orangtua si Juki meski samgat berduka, tetap berusaha tabah dan mengikhlaskan kepergian anak tercinta itu. (Heru Prasetyo/Harianmerapi.com)