DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 10 November 2018 / 12:31 WIB

BKSDA Segera Lepasliarkan 18 Ekor Elang

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta saat ini memelihara 18 ekor burung elang untuk dilepasliarkan. Jenis elang seperti Elang Brontok, Elang Hitam, Elang Laut, Elang Alap Jambul, dan Elang Sikep Madu. Sulitnya perkembangbiakan elang, menjadi catatan sendiri. Sebab, untuk proses kawin, elang membutuhkan alam bebas dan tanpa gangguan.

“Karena itu dengan pelepasliaran satwa ini diharapkan bisa menambah populasi yang ada dan masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan perburuan,” kata Kepala Seksi Konservasi wilayah 2 Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Kuncoro.

Terkait program ini pihaknya mengimbau agar masyarakat turut membantu pengawasan terhadap burung yang dilepaskan, sehingga kelestariannya tetap terjaga. Sebab, satwa punah karena habitat rusak lalu perburuaan liar, untuk dijual atau dikonsumsi.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu elang brontok yang dilepasliarkan ditemukan mati 5 minggu setelah dilepaskan akibat adanya perburuan yang dilakukan masyarakat. Hewan dilindungi dan dilepasliarkan itu diketahui mati karena GPS yang terpasang tidak bergerak di satu titik selama beberapa hari, di sekitar wilayah Kecamatan Nglipar.

“Diduga ada bekas tembakan di sayap, karena tidak bisa terbang, burungnya mengalami dehidrasi dan bangkainya dilakukan pemeriksaan di RS Hewan Suparwi,” imbuhnya.

Untuk mengetahui jumlah pasti burung elang di DIY dalam beberapa bulan ke depan pihaknya akan melakukan inventarisasi. Untuk jumlah populasi baru akan diinventarisir di DIY dan fokusnya di Gunungkidul dan Kulonprogo, output dari kegiatan itu sekalian untuk melihat habitat asli burung tersebut, lokasi mana yang paling pas untuk rilis pelepasliaran burung elang. “Sekitar dua minggu lagi kami juga akan melepaskan elang jenis brontok,” terangnya. (Bmp)