Jateng Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 10 November 2018 / 00:10 WIB

Bawaslu Larang Mobil Angkutan Umum Pasang Sticker Branding Partai

BANYUMAS, KRJOGJA.com - Dinilai melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang kampanye, mobil angkutan penumpang atau umum seperti angkutan kota, angkutan wisata dan pedesaan, serta mikro bus dilarang memasang sticker branding gambar partai dan caleg, serta capres.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada pengemudi angkutan umum, dan mengirim surat ke partai peserta Pemilu 2019, pada tanggal 8 Novemmber 2018, untuk segera mencopot sticker branding gambar partai, caleg, dan capres yang dipasang di angkutan umum," kata Kordinasi Devisi Pengawasan Humas, dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Banyumas, Yon Daryono, Jumat (9/11/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Menurutnya sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018,  tentang kampanye, mobil yang dipasang sticker branding gambar partai dan caleg hanya mobil partai dan pengurus partai.

"Selain mobil partai dan pengurus partai dilarang memasang sticker branding partai dan caleg, jika ada mobil memasang sticker branding partai dan caleg harus dilepas, karena partai caleg bisa dikenai sanksi pelanggaran administrasi," kata Yon Daryono.

Dijelaskan Bawaslu memberikan warning kepada partai hingga 12 November 2018, jika partai tidak  segera melepas sticker branding di mobil angkutan umum, maka Bawaslu Banyumas bersama jajaran dan Satpol maka akan turun ke lapangan untuk mencopot.

Yon, menambahkan dari hasil monitoring yang dilakukan Bawaslu, sticker branding partai, caleg, dan calon presiden banyak dipasang di mobil angkutan kota, angkutan pedesaan, angkutan wisata, dan bus angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang jumlahnya mencapai ratusan.

Bahkan Bawaslu secara langsung sudah menegur dan melepas sticker branding gambar partai, caleg dan capres di angkutan umum atau penumpang.(Dri)