DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 09 November 2018 / 17:35 WIB

Bernostalgia Ke Taman Tino Sidin, 'Legenda Guru Gambar Indonesia'

YOGYA, KRJOGJA.com - Siapa yang tidak mengenal Pak Tino Sidin? Seniman lukis ini begitu melegenda pada memori anak- anak Indonesia pada periode tahun 1970-80an. Pak Tino Sidin dengan acara "Gemar Menggambar" di TVRI nasional selalu berciri khas topi Baret, Kaca Mata Lebar, dan kemeja warna-warni yang selalu digunakan saat mengisi acara dan menambahkan komentar ya..Bagus. 

Untuk mengobati kerinduan kepada sosok Tino Sidin bisa berkunjung ke Museum Taman Tino Sidin di Jl.Tino Sidin 297 Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul-Yogyakarta. Taman tersebut adalah rumah Pak Tino Sidin merupakan awal lahirnya kata 'ya..Bagus!','Teruskan jangan takut-takut!' dan garis lurus garis lengkung kembali didengungkan untuk menginspirasi anak-anak untuk gemar menggambar tanpa rasa takut dan penuh suka cita. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Museum Taman Tino Sidin buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 09.00-15.00 Wib Cukup dengan membayar Rp 5000 rupiah kita sudah dapat bernostalgia dengan disuguhkan pameran serta juga disediakan alat gambar bagi yang berminat belajar menggambar sembari disediakan video dokumentasi Tino Sidin saat mengisi acara di televisi tempo dulu.

Kurang lebih 20 tahun Tino Sidin mendampingi anak-anak menggambar lewat acara 'Gemar Menggambar' di stasiun nasional TVRI. Tahun 1969, TVRI Yogyakarta mengundang Pak Tino untuk mengisi acara 'Gemar Menggambar'.Metodenya yang sederhana sangat disukai anak-anak. Berlangsung hingga tahun 1978, acara 'Gemar Menggambar' kemudian berpindah ke stasiun TVRI Pusat mulai 1979 hingga 1989. Saat masih aktif didunia televisi  beliau Tino Sidin mengatakan bahwa menggambar itu mudah, menggambar merupakan perpaduan dari garis-garis lurus dan garis-garis lengkung benar-benar kata yang masih terngiang dari "guru dengan jutaan murid."

Taman Tino Sidin adalah sebuah Museum yang melestarikan karya-karya dan warisan seni Pak Tino, dengan tanpa merubah desain asli rumah tinggal Pak Tino kenangan dan semangat beliau masih dilestarikan dengan adanya galeri pamer karya dan memorabilia terpampang sketsa-sketsa,lukisan, karya hingga barang pribadi dan testimoni dari sahabat, murid, dan pejabat. Selain itu Museum ini menyajikan seluruh aspek kehidupan yang belum banyak diketahui oleh khalayak. Seperti terdapat pameran foto dokumentasi saat Pak Tino adalah pejuang kemerdekaan, aktif dikepanduan, palang merah, art director, dan kedekatanya dengan Bung Karno dan Pak Harto, hingga nota bayaran gaji pertama saat masih bekerja di televisi masih terawat dengan rapi.

Museum Tino Sidin saat ini dikelola langsung oleh anak bungsu dari Tino Sidin yaitu Panca Takariyati yang biasa yang dipanggil Titik Sidin. Titik Sidin menceritakan bahwa pada 4 Oktober, 2014 Taman Tino Sidin resmi dibuka oleh bapak Prof.Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI) yang diawali dengan peluncuran buku "Tino Sidin: Guru Gambar dan Pribadi Multi Dimensional" oleh Bapak Harry Widianto, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementrian Pendidikan & Kebudayaan  RI pada tanggal 27 September 2014, setelah bertahun-tahun menjadi ide akhirnya terealisasikan dirumah Pak Tino. 

Taman Tino Sidin adalah tetenger atau museum kecil sosok pribadi Pak Tino, melalui pendokumentasian karya lukis, sketsa, memorabilia buku dan arsip-arsip pribadi. "Cita-cita Bapak agar Taman Tino Sidin nyata ada, berkembang, dan bermanfaat sampai sekarang masih menjadi harapan keluarga" kata Titik Sidin, Putri Bungsu Pak Tino.

Peninggalan Tino Sidin tidak hanya berupa karya seni.Sejumlah Memorabilia yang masih tersimpan dengan baik juga menjadi kenangan  yang luar biasa, sebagai pelukis Ia juga meninggalkan benda-benda yang berhubungan dengan aktivitas melukisnya dan mendokumentasikan momen kehidupanya dengan bagus. (Panji Rendra)