DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 08 November 2018 / 21:44 WIB

Hujan Disertai Petir dan Longsor Landa Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com - Talud sepanjang 25 meter di Jadara II/13 Babarsari Depok Sleman ambrol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat Kamis (08/11/2018). Dampaknya empat rumah warga tergenang. Setidaknya ada 20 jiwa dan satu bayi berusia 2 bulan harus mengungsi untuk sementara.

Longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ketika hujan deras. Talud sepanjang 25 meter dengan ketinggian 7 meter milik Hadi Darmaja yang baru dibangun dan urug tidak kuat menahan air hujan. Longsoran tersebut lalu menutup alur sungai buntu dan menghambat aliran air sehingga meluap dan menggenangi rumah warga.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Saat ini warga masih kerja bakti untuk membersihkan rumah masing-masing. Kalau yang masih bisa ditempati, warga tetap tinggal di rumah mereka sendiri. Sedangkan yang kondisinya tidak memungkinkan, tinggal di rumah tetangga," ujar Ketua RW setempat, Jumadi.

Talud longsor juga terjadi di Kecamatan Mlati, tepatnya di Dusun Karangjati 19/42 Sinduadi Mlati Sleman. Talud tersebut retak atau bergeser sepanjang 6 meter dengan ketinggian 2 meter. Sementara itu tembok batako sepanjang 8 meter milik Suci yang beralamat di Dusun Popongan Desa Sinduadi Mlati juga jebol.

"Penanganan sementara akan dibuatkan takut dari karung guna menutup air masuk ke pemukiman. Karena muka air meninggi akibat talud menyumbat aliran sungai," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan.

Sementara itu, rumah Suryadi warga Dusun Kopen 2/19 Desa Lumbungrejo Tempel rusak akibat tersambar petir. Tak hanya itu, beberapa alat elektronik milik warga banyak yang mati.

"Masyarakat kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang ditimbulkan akibat hujan. Tak hanya itu, juga harus waspada terhadap angin kencang serta petir," ujarnya. (Awh)