DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 08 November 2018 / 21:37 WIB

Dugaan Politik Uang, Bawaslu Sleman Panggil Saksi Tambahan

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sentra Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Sleman terus melanjutkan klarifikasi terkait gunaan politik uang yang dilakukan salah satu Caleg. Setidaknya sudah ada sepuluh orang yang dimintai keterangan. Untuk saksi ada delapan orang, termasuk Ketua RT dan KPU.

Sedangkan dua yang lain yang dimintai keterangan adalah terlapor, pelapor dan delapan saksi. Terakhir ada dua saksi yang diminta klarifikasi di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Kamis (08/11/2018). Penambahan ini merupakan permintaan dari penyidik guna melakukan pendalaman terkait kasus ini.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Hari ini ada dua saksi yang kita undang. Atas permintaan dari penyidik. Dan semuanya hadir. Kami masih terus melakukan klarifikasi dan pendalaman," ungkap Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sleman, Ibnu Darpito.

Hasil dari klarifikasi ini akan dikumpulkan sebelum dibuat kesimpulan, Jumat (16/11/2018) mendatang. Dalam kesimpulan itu muncul apakah hal ini layak untuk diteruskan ke tahap selanjutnya, yakni pengadilan atau tidak.

Seperti diketahui, Bawaslu Sleman mendapat laporan dugaan praktek politik uang oleh salah satu Caleg DPRD Sleman. Saat hadir dalam pertemuan warga, yang bersangkutan sempat meminta doa restu karena maju sebagai anggota DPRD. Tidak hanya itu, caleg tersebut diduga memberikan sejumlah materi kepada warga.

Ketua Bawaslu Sleman Karim Mustofa berharap kepada semua Caleg untuk memperhatikan regulasi tentang kampanye. Jangan sampai ada praktek politik uang yang itu bisa mencederai proses demokrasi.

"Bagi masyarakat yang melihat atau menemukan hal-hal itu bisa segera melaporkan ke kami. Jangan khawatir, kami akan merahasiakan identitasnya," jelas Karim. (Awh)