Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 08 November 2018 / 20:50 WIB

Indonesia Pentingkan Dialog Damai dalam Selesaikan Konflik

PRAHA, KRJOGJA.com – Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP), Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan Mediasi menegaskan bahwa dialog dan bina perdamaian adalah kunci penyelesaian konflik. Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020,  Indonesia akan semakin aktif mendorong habit of dialogue dan kemitraan global untuk memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global dalam memerangi segala bentuk terorisme dan ekstremisme. 

Cecep Herawan mengemukakan hal tersebut pada penutupan Interfaith and Intercultural Conference bertajuk “Reaching Out to the Outher: Overcoming Intercultural Conflicts" di Praha, Ceko, Rabu (7/11/2018). 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Indonesia telah berpartisipasi aktif pada konferensi ini sejak pertama kali diselenggarakan pada April 2016. Hadir mewakili Indonesia, pembicara ahli dari unsur civil society Drs Dadi Darmadi MA, peneliti senior pada The Wahid Institute dan Dosen Senior Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta; dan Rudi Sukandar PhD, Peneliti Senior pada The Habibie Center dan Dosen Senior pada London School of Public Relations, Jakarta.

Dalam siaran pers Ditjen IDP yang diterima KRJOGJA.com, Kamis (8/11/2018) disebutkan, Pemerintah Indonesia telah melakukan Interfaith and intercultural dialogue (IID) pada berbagai tingkatan, baik bilateral, regional maupun multilateral. Secara bilateral, Indonesia telah memiliki 31 negara mitra. Pada tataran regional, Indonesia secara aktif mempromosikan dan menginisiasi kegiatan IID dalam kerangka ASEM, Asia Pasifik, ASEAN dan MIKTA. Sedangkan dalam kerangka global, Indonesia aktif pada United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI).

“Kerja sama yang lebih erat diperlukan antara pemerintah, civil society, media, pemimpin agama dan masyarakat di grass root dalam upaya menyelesaikan konflik-konflik agama, budaya, maupun global,” kata Cecep. 

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Ceko Lukáš Kaucký sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah Indonesia untuk berbagi pengalaman dan upaya Pemerintah Indonesia dalam mengelola keharmonisan di tingkat nasional maupun global. Utamanya perihal mediasi konflik Ronghingya, Afganisthan dan Palestina serta inisiatif bina perdamaian (peacebuilding) pada kerangka Peacebuilding Commission  sejak 2006.

Pada konferensi sehari  tersebut, Indonesia menyampaikan pandangan mengenai penyelesaian konflik dari perspektif dunia Islam. Juga disampaikan  pentingnya kerja sama pemerintah dengan kalangan akar rumput dalam penyelesaian konflik di masyarakat. (Fsy)