DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 08 November 2018 / 18:10 WIB

Menambah Ilmu untuk Penanggulangan Kebakaran di Sekaten

YOGYA, KRJOGJA.com - Pasar Malem Perayaan Sekaten (PMPS) 2018 yang digelar di Alun-alun Utara berupaya menyajikan sesuatu yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi. Ada beberapa stand di Sekaten yang memiliki nilai-nilai edukasi, salah satunya stand dari Dinas Kebakaran yang berada di dalam Stand Anjungan Pemerintah Kota Yogyakarta. 

Distand ini, pengunjung dapat menanyakan informasi seputar kebakaran kepada petugas. Terdapat 2 baju dinas yang terpampang dan alat-alat yang digunakan para petugas ketika sedang terjun ke lapangan. Para pengunjung juga bisa mencoba menyalakan sirine kebakaran yang digunakan pada zaman dahulu secara manual. Alat-alat tersebut ditampilkan agar para pengunjung dapat mengetahui lebih dekat bentuk dan fungsinya. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

“Baju berwarna abu-abu itu baju tahan api, jadi jika terdapat korban didalam api, para petugas memakai itu dan oksigen. Jika oksigen mau habis dia akan menyala tandanya, waktunya 10 menit untuk keluar dari kobaran api, jika tidak keluar bisa pingsan. Kemudian baju berwarna ores itu untuk tahan panas,” ungkap Sunaryo (34), salah satu petugas penjaga stand, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, petugas pemadam kebakaran tidak hanya menangani kasus kebakaran saja, tetapi juga kerap menerima permohonan bantuan evakuasi hewan yang masuk kedalam sumur seperti kucing dan evakuasi sarang tawon jenis ganas yang berada di lingkungan rumah warga. “Kita juga menangani hal lain selain kebakaran, kayak evakuasi kucing dan tawon ndas yang ada di rumah warga,” tuturnya lagi.

Disini, pengunjung juga bisa mendapatkan informasi mengenai pemicu kebakaran dan cara menanggulanginya. “Kebakaran yang terjadi biasanya dipicu oleh konseleting listrik, puntung rokok, petasan, dan korek, tapi paling sering konsleting listrik,” imbuhnya lagi. 

Distand ini, para pengunjung juga dapat melihat video tentang kebakaran. “Menyenangkan, jadi banyak pengetahuan juga dapet stiker buat ditempel di kosan, jadi bisa tanggap kalau ada kebakaran,” tutur Mutiara (21), salah satu pengunjung. Bagi masyarakat yang datang ke sekaten, diharapkan ikut meramaikan dengan mengunjungi stand-stand yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan ekonomi.(Betty Rofiatun Nisa/UIN)