DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 08 November 2018 / 17:31 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Tak Terbukti, Retno dan K-24 Pilih Jalan Damai

BANTUL, KRJOGJA.com - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan pihak Apotek K-24 yakni Gideon Hartono dengan pelapor Retno Rosyati SE MM dan dilaporkan pada 16 Februari 2016 lalu akhirnya berakhir damai. Pihak kepolisian Direskrimum Polda DIY telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dan pelapor pun tak lagi memperpanjang kasus tersebut. 

Kepada wartawan dalam pertemuan di kawasan Banguntapan Kamis (8/11/2018) Retno yang didampingi kuasa hukumnya, Bedi Setiawan Al Fahmi SH MKn mengatakan awal mula kasus tersebut dimulai dari kekecewaan atas hambatan proses pendirian Apotek K-24 di Jalan Yos Sudarso Gombong pada 2016 lalu. Meski sudah menyetorkan sejumlah dana franschise namun apotek yang dijanjikan tak kunjung berdiri. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Setelah itu Retno pun menggelar konferensi pers mengundang media untuk menyampaikan kekecewaan tersebut. Hal tersebut diakui sebagai sebuah kekeliruan yang lantas diakui oleh pihak Retno. 

“Saya mengaku keliru dan apa yang saya sampaikan saat itu tidak benar. Untuk itu saya minta maaf kepada Apotek K-24 dan dr Gideon Hartono karena apa yang saya sampaikan,” ungkapnya. 

Sementara setelah pihak kepolisian mengeluarkan SP3, pihak Retno mengaku tidak lagi memperpanjang kasus dan memilih jalan damai. Mereka memilih menyudahi kasus dengan kekeluargaan termasuk di sisi lain K-25 juga mencabut laporan terkait pencemaran nama baik. 

“Kami sepakat tidak memperpanjang masalah ini dan berdamai, pihak Apotek K-24 juga akan mencabut laporannya terkait pencemaran nama baik yang dituduhkan ke klien kami ini. Di sini saya juga ingin katakan bahwa urusan bisnis itu bisa diselesaikan dengan cara bertemu dan ngopi bersama,” sambung Bedi. (Fxh)