Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 08 November 2018 / 09:55 WIB

Serangan Malware Kian Kuat di Industri 4.0

JAKARTA, KRJOGJA.com - Chief Teknologi Officer - ESET Indonesia, Yudhi Kukuh di Jakarta,Rabu (7/11 2018) menjelaskan dunia industri 4.0 ini perkembangan malware semakin kuat dan perlu untuk diwaspadai. Terlebih pada dunia industri dimana malware yang merupakan perangkat lunak berbahaya karena dapat mengganggu sistem operasi komputer kini menjadi salah satu ancaman terbesar.

“Sejak tahun 2016, malware mulai masuk dan merusak data base industri. Ini perlu diwaspadai, untuk siap menghadapi industri 4.0 maka  harus mempersiapkan diri dengan setidaknya memiliki security in mind, pengawasan penuh dan back up plan,” tegas Yudhi.

Menurut Yudhi industri 4.0 dimana nantinya teknologi akan menggantikan peran manusia. Namun, saat ini di Indonesia banyak industri belum menggunakan mesin-mesin canggih, sehingga hal ini menjadi tantangan  untuk dapat berkontribusi demi kemajuan industri 4.0.

“Di Indonesia sebenarnya masih cukup banyak tantangan untuk memulai industri 4.0. Salah satunya adalah culture Indonesia yang lebih suka memanfaatkan tenaga manusia dari pada robot karena di anggap lebih murah dari segi biaya,” imbuhnya.

Karena itu, kata Yudhi sebaiknya semua segara  membuka pikiran akan teknologi yang berkembang pesat. Semua menjadi bagian dari kemajuan industri terutama mengenai keamanan data, serta memiliki sikap berani mencoba dan tidak takut gagal. "Dari banyak belajar mengenai keamanan data yang sebelumnya tidak di ketahui. Cukup mendapatkan gambaran mengenai tantangan kedepannya saat kita terjun ke dunia kerja khususnya industri. Semoga sedikit bekal ini dapat memotivasi kami membawa kemajuan untuk negeri di bidang teknologi,” ujarnya.

Kukuh menjelaskan beberapa tantangan besar yang dapat menjadi batu sandungan bagi dunia industri di tahun mendatang. Tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan saat masa peralihan industri ini mendorong efektifitas dan efisiensi perusahaan tetapi di sisi jalan membuka ruang bagi kejahatan siber. (ati)