DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 08 November 2018 / 01:10 WIB

90 Persen Jip Merapi Tak Sesuai Standar Offroad

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya melakukan pembenahan terhadap objek wisata lava tour yang ada di lereng Gunung Merapi. Tidak hanya terkait manajemen sumber daya manusianya saja, namun juga kondisi armada.

Menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) dan Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengda DIY, sudah rutin dilakukan pemeriksaan armada. Hasil cukup mencengangkan. IOF memastikan 90 persen jip wisata Merapi dinyatakan tidak memenuhi standar offroad.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Kalau mau jujur, hampir 90 persen jip Merapi itu tidak masuk dalam standar offroad. Tapi informasi terus kita sampaikan. Baik kepada pelakunya langsung maupun pemerintah setempat," ujar Sekretaris Harian IOF Pengda DIY Santoso Kurniawan, Rabu (7/11/2018) malam.

Santoso menurut, jip Merapi itu termasuk jenisnya offroad ringan. Untuk itu standar datang kamu berikan juga lebih simpel. Meski demikian ada 22 point yang wajib dipenuhi mereka. Antara lain, armada harus berpenggerak empat roda, rem berfungsi dengan baik, ketebalan ban 75 persen. Selain itu pengemudi dan penumpang wajib mengenakan helm dan sabuk pengaman. "Keselamatan itu menjadi yang utama," ujarnya.

Kepada Pemkab Sleman, IOF memberikan masukan terkait jalur khusus. Pasalnya, selama ini jalur yang dilalui jip Merapi sama dengan kendaraan umum. Di Merapi menurutnya, banyak jalur-jalur yang bisa dilalui jip. Standar kelayakannya dapat dipertanggungjawabkan. Tapi juga menyenangkan.

Pemkab Sleman sendiri sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bupati tentang jalur khusus jip. Tidak melalui jalur protokol. Mereka hanya boleh melalui jalur yang sudah ditetapkan tersebut.

"Sudah ada SK tentang jalur lava tour. Dimulai dari mana dan finish dimana. Semuanya sudah diatur. Kami juga tetap menerima beberapa masukan terkait jalur wisata tersebut. Saat ini masih ujicoba. Jika membutuhkan revisi akan kita lakukan," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih.(Awh)