DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 07 November 2018 / 10:16 WIB

ACT DIY Bersama Bupati Gunungkidul Siap Sinergi Program Kemanusiaan

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Kabupaten Gunungkidul disamping memiliki potensi wisata yang terus berkembang, ternyata juga masih memiliki banyak permasalahan kemanusiaan. Misalnya  kekeringan yang hampir selalu terjadi setiap tahun.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY sebagai lembaga Kemanusiaan Global tak hanya peduli dengan isu nasional maupun internasional, tetapi juga isu lokal di DIY. Beberapa program unggulan yang sering dilakukan di Gunungkidul adalah wakaf sumur dan dropping air untuk mengatasi masalah kekeringan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Untuk lebih menguatkan aksi kemanusiaan yang sudah dilakukan di Gunungkidul ACT DIY melakukan audiensi kepada  Bupati Gunungkidul beserta jajaran Pemkab Gunungkidul, Selasa (06/11/2018) kemarin. Agus Budi Hariyadi, Kepala Cabang ACT DIY yang hadir bersama jajaran staffnya menyampaikan progress program yang telah dilakukan di Gunungkidul selama ini.

“Alhamdulillah, sampai dengan bulan oktober 2018, ada sebanyak 15 titik wakaf sumur berupa sumur bor yang dibangun oleh Global Wakaf-ACT DIY sebagai solusi jangka panjang mengatasi kekeringan. Harapannya program-program semacam ini dapat lebih maksimal dengan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul," harap Budi.

Dikatakannya, hujan mulai mengguyur beberapa titik di Gunungkidul seperti Kecamatan Girisubo. Akan tetapi hujan yang baru sekali ini belum dapat mengisi sumber-sumber mata air yang telah mengering. “Kita perlu memutus permasalahan kekeringan tahunan yang melanda Gunungkidul," tambah Budi.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos mengucapkan terimakasih kepada ACT yang turut membantu permasalahan kekeringan di Gunungkidul. "Terima kasih atas program dari ACT yang berupa sumur bor, droping air bersih dan lain-lain, harapan kami semoga ACT bersama Pemerintah Gunungkidul dapat bersama-sama mensejahterakan masyarakat Gunungkidul dan melakukan program secara berkelanjutan,” tandasnya. (*)