DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 07 November 2018 / 09:43 WIB

Menghidupkan Kembali Budaya ‘Sego Segawe’

YOGYA, KRJOGJA.com - Kerinduan menghidupkan gaya hidup sehat dengan sepeda sekaligus bisa menyalurkan hobi disampaikan salah satu anggota Jogja Women Cyclist (JWC) Ninil Tri Wahyu Widyaningsih. Bersepeda sudah menjadi bagian dari lifestyle atau gaya hidup masyarakat saat ini, bahkan sebelumnya ada gebrakan dari Pemkot Yogyakarta dengan program Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe (Sego Segawe) artinya sepeda untuk bersekolah dan bekerja.

”Kini gebrakan tersebut sudah hampir hilang, jalanan kembali diisi penuh sesak dengan sepeda motor dan mobil-mobil. Padahal gerakan ini bisa menjadi salah satu pemantik masyarakat untuk mulai bersepeda, tidak hanya untuk sekadar olahraga, tetapi bisa menjadi gaya hidup sehat,” kata Ninil.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Sedangkan Ketua JWC Dyah Purwanti juga Ketua Jogja Folding Bike (JFB) mengatakan, menghidupkan bersepeda mungkin sekali apalagi dulu sempat ada gerakan ‘Sego Segawe’ yang sekarang sudah hilang lagi. “Bisa dihidupkan kembali dengan program bersepeda ke sekolah yang berjarak dekat kurang dari 5 Km atau juga bike to work untuk hari tertentu,” paparnya.

Ditegaskan, pemerintah juga harus memperindah destinasi wisata di Yogyakarta dan tetap ramah pada pesepeda. Untuk wisata pastinya destinasi wisata juga harus support kepada pesepeda, terutama tempat parkir dan keamanan.

Sedangkan Ketua Paguyuban Onthel Djogjakarta (Podjok) Muntowil menyampaikan sepeda harus dibangkitkan kembali di Yogyakarta karena bersepeda mempunyai identitas keramahan, santun untuk sesama sekaligus membantu mengurangi ‘global warming’, hemat energi dan membumi. Muntowil mengharapkan masyarakat semakin sadar bersepeda kembali menjadi kebutuhan dan perlu disosialisasikan dengan gencar dengan konsep seni budaya.

”Pemerintah wajib mendukung dan memberi fasilitas ruang parkir dan komponen pendukungnya bagi pesepeda,” pungkas Muntowil. (Ira)