DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 06 November 2018 / 19:32 WIB

DITARGETKAN DESEMBER SELESAI

Jembatan Gantung Wonolagi Telan Rp 4 Miliar

WONOSARI, KRJOGJA.com - Masyarakat Dusun Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen kini sudah bisa bernafas lega. Jembatan gantung penghubung utama wilayah yang ambrol diterjang banjir beberapa waktu silam, kini akan segera dibangun. Dimulainya pembangunan ini ditandai peletakan batu pertama oleh Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Drs HM Idham Samawi, Selasa (06/11/2018).

Kegiatan dihadiri Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Ir Ahmad Cahyadi M Eng, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edi Basuki MSi, Ketua DPRD Demas Kursiswanto, Anggota DPRD Sugito MSi, Ketua DPC PDIP Endah Subekti Kuntariningsih. “Melalui pembangunan jembatan gantung ini diharapkan akan meningkatkan akses transposrtasi. Sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata  Idham Samawi.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Diungkapkan, pembangunan ini sebelumnya ada aspirasi dari masyarakat Wonolagi dan Kepala Desa Ngleri karena jembatan gantung  tidak kunjung diperbaiki. Padahal jembatan ini sangat vital menjadi pintu akses jalan bagi masyarakat  Melalu Komisi V DPR RI diperjuangkan dan akhirnya bisa memperoleh program Pembangunan Jembatan Gantung Nawacita dari Presiden Joko Widodo.

“Alhamdulilah dengan waktu kurang lebih dua bulan, pembangunan program jembatan gantung ini sudah dimulai. Masyarakat nantinya diharapkan untuk bisa berpartisipasi untuk menjaga dan memelihara jembatan gantung. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, Wonolagi juga sudah menjadi sasaran untuk jembatan permanen. Oleh sebab itu, kepada Bupati Gunungkidul jembatan permanen ke depan akan bisa dibangun di samping jembatan gantung,” imbuhnya.

Ir Ahmad Cahyadi menambahkan, pembangunan jembatan gantung di Wonolagi, Ngleri, Playen ditargetkan akan bisa selesai pada Desember 2018 mendatang. Untuk panjangnya mencapai kurang lebih 96 meter dan lebar 1,6 meter. Peruntukannya bagi pejalan kaki, sepeda motor dan maksimal kendaraan roda tiga. Pembangunannya sendiri menelan biaya Rp 4   miliar. “ Akses transportasi memang sangat penting. Tidak hanya untuk penghubung wilayah, namun juga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Serta mendukung akses perdagangan, pendidikan dan bidang lainnya. (Ded)