Jateng Editor : Ivan Aditya Senin, 05 November 2018 / 18:37 WIB

4 Miliar Tambahan Premi JKN

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung membayar premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp 4 miliar untuk warga miskin yang belum masuk kepesertaan. Pembayaran itu sekaligus penghapusan Jaminan Kesehatan Temanggung (JKT) yang selama ini dijalankan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Supardjo MKes mengatakan dana Rp 4 miliar dianggarkan dari APBD Perubahan dan telah dibayarkan pada Oktober lalu. Dana itu untuk sekitar 14 ribu warga miskin, yang selama ini memang belum terdaftar.

"Jadi ada sekitar 14 ribu warga yang belum masuk JKN, lalu dimasukkan menjadi kepesertaan JKN," kata Supardjo, Senin (05/11/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dia mengatakan kepesertaan JKN di Temanggung sudah mencapai 77 persen yang terinci kepesertaan mandiri  21 persen dan 56 persen kepesertaan yang dibayarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung dengan beban APBD.

Dia berharap kepesertaan mandiri terus meningkat sedang premi yang dibayarkan pemda semakin kecil, sehingga beban itu bisa dialihkan untuk pembangunan lainnya. " Pemda punya kewajiban membayarkan premi warga miskin yang tidka sanggup bayar untuk JKN," katanya.

Dia mengatakan mulai 2018 tidak diperbolehkan pemerintan daerah menganggarkan Jaminan Kesehatan Daerah yang di Temanggung dikenal JKT, dan dibebankan APBD. Semua harus terintegrasi pada JKN. Maka itu, JKT dihapuskan dengan diintegrasikan pada JKN.

Integrasi ini, menurut Supardjo menjadi lebih baik dan meringankan Pemda, sebab tidak lagi membayar beban biaya pengobatan warga pada rumah sakit, melainkan cukup membayar premi saja, sehingga nanti operator JKN yang membayarnya pada rumah sakit. Tetapi, meski tidak sakit dan dirawat di rumah sakit pemda tetap membayar preminya. (Osy)