Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 04 November 2018 / 13:50 WIB

Aksi 'Tampang Boyolali' Meluas, Warga Memilih Tetap Bermartabat

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Belasan ribu warga Boyolali tumpah di pusat kota Boyolali, memprotes pernyataan ucapan Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto tentang 'tampang Boyolali' yang dinilai menyinggung warga Boyolali, saat peresmian kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali beberapa waktu lalu.  

Dalam aksi damai tersebut, massa terpecah di dua lokasi, yakni di Forum Boyolali Bermartabat di Balai Sidang Mahesa, dimana elemen masyarakat berorasi terkait pernyataan Prabowo tersebut. Beberapa tokoh yang berorasi diantaranya adalah Bupati Boyolali, Seno Samodro, Wakil Bupati Said Hidayat, tokoh sesepuh Boyolali Seno Kusumoarjo, Ketua DPRD Boyolali S Paryanto, serta berbagai tokoh masyarakat lainnya. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Sekitar 500 meter dari lokasi, yakni di kawasan Simpang Lima Siaga Boyolali, belasan ribu massa juga melakukan aksi. Mereka juga berorasi serta membentangkan pamflet dan spanduk yang berisikan tentang kekecewaan serta tuntutan permintaan maaf kepada warga Boyolali. Aksi dilanjutkan dengan berkonvoy keliling kota Boyolali.  

Terkait aksi tersebut, Bupati Boyolali, Seno Samodro mengatakan, itu adalah bentuk aspirasi atas ekspresi kekecewaan warga Boyolali atas ucapan mantan Danjen Kopassus yang dinilai melukai hati warga Boyolali. Namun ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Boyolali, untuk tetap berkepala dingin. Aspirasi jangan dilakukan dengan melakukan makian hujatan, namun cara yang lebih bermartabat. Misal dengan tak memilih Prabowo pada Pilpres nanti. 

Sebab menurut Bupati, pernyataan Prabowo tentang 'tampang Boyolali' tersebut menjadi cermin seberapa jauh pola pikirnya. "Kita sudah berkomitmen mengambil sikap tegas tapi bermartabat," tegasnya. 

Baca Juga: Soal 'Tampang Boyolali', Gerindra: Itu Bentuk Keakraban

Terkait kasus hukum atas pelaporan pernyataan tersebut ke Polisi, Seno  mempersilakan saja meski menurutnya hal tersebut tak akan menyelesaikan permasalahan. Sebab wacana dan opini di masyarakat terkait ucapan sumbang Prabowo tersebut sudah sedemikian melebar. Terlebih itu adalah kasus baru, dimana ada Capres yang dilaporkan karena mencibir kondisi suatu wilayah. 

"Kalau sedikit-sedikit dilaporkan ya tak baik. Tapi mari kita ikuti saja proses hukumnya bagaimana," jelasnya. (Gal)