DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 02 November 2018 / 04:46 WIB

Museum Benteng Vredeburg Pameran Keliling di Balai Desa Gerbosari

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta terus berinovasi dan mencari terobosan baru dalam menyebarkan informasi kesejarahan agar bisa diterima masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pameran keliling di Balai Desa Gerbosari, Samigaluh Kulonprogo, 31 Oktober-4 November 2018.

 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Plt Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Dra Zaimul Azzah MHUm mengatakan, dalam pameran bertema 'Kulonprogo dalam Lintasan Sejarah' disajikan cerita mengenai gambaran umum Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, sejarah Kulonprogo, Kulonprogo dalam Java Oorlog (Perang Jawa) serta Kulonprogo sebagai basis perjuangan ketika revolusi fisik.

Tak kalah menarik ditampilkan juga beberapa koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta terutama yang berkaitan dengan perjuangan di Kulonprogo. Salah satu koleksi yang ditampilkan adalah pedang dan kenop milik Suto Darmo, warga Desa Gerbosari yang selamat dari aksi pengeboman Belanda ketika mengebom Desa Gerbosari.

"Judul pameran'Kulonprogo dalam Lintasan Sejarah' menjadi pengingat bahwa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa lepas dari semangat persatuan, rela berkorban dan cinta tanah air demi tegaknya kemerdekaan," kata Zaimul disela pembukaan pameran, Rabu (31/10/2018).

Dijelaskan Zaimul, setiap hari pameran dibuka pukul 08.00-21.00 WIB diramaikan berbagai pentas seni dan hiburan serta pameran partisipan berupa stand-stand kuliner, kerajinan tangan, kesehatan dan pendidikan. Pameran akan ditutup dengan pementasan wayang kulit pada 3 November.

Menurut Zaimul, pameran keliling museum dilaksanakan dengan menggabungkan event-event yang diselenggarakan oleh masyarakat. "Diharapkan kerja sama antara masyarakat desa dengan museum dalam bentuk kemitraan dapat terlaksana dengan baik tanpa kehilangan esensi kegiatannya," katanya. (Dev)