DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 26 Oktober 2018 / 22:39 WIB

Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Ikuti Pelatihan Kader Bangsa

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Seratus mahasiswa dari 21 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengikuti pelatihan Mahasiswa Kader Bangsa di SMA Muhammadiyah Al Manar Brosot Galur, Jumat-Minggu (26-28/10/2018). Pelatihan ini merupakan kerjasama UAD dengan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Mereka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan wacana kebangsaan, peka dan tanggap terhadap lingkungan kehidupan masyarakat dan menunjang kemampuan akademis. Sehingga mereka mampu menjadi pemimpin bangsa yang cakap dan amanah di masa depan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Hal itu dikatakan Dr Dedi Pramono MHum, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada wartawan di Galur, Jumat (26/10/2018). Hadir dalam pembukaan Wakil Rektor III Dr Abdul Fadlil MT dan Wakil Rektor IV Prof  Sarbiran MEd PhD.

Dedi mengemukakan setelah mengikuti pelatihan diharapkan mahasiswa terdidik dalam meningkatkan daya penalaran, kemampuan manajerial, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Berjiwa penuh pengabdian, bermoral dan jujur serta memiliki rasa tanggungjawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan Negara di tengah tantangan global," ujar Dedi.

Sedang Wakil Rektor III Dr Abdul Fadlil MT mengungkapkan pelatihan terhadap mahasiswa PTM diharapkan bisa menciptakan Kader Muhammadiyah, Kader Umat, dan Kader Bangsa. Kader Muhammadiyah harus bisa saling memberi motivasi agar amal usaha Muhammadiyah bisa berkembang bersama.

"Seperti pelaksanaan Pelatihan Mahasiswa Kader Bangsa di SMA Muhammadiyah Al Manar Galur ini bisa memberi motivasi sekolah ini sehingga ke depan bisa lebih maju. Jadi Kader Muhammadiyah harus bisa menjaga eksistensi Muhammadiyah," kata Abdul Fadlil.

Sedang Kader Umat, setiap mahasiswa diharapkan dapat menjadi pendakwah Al Islam. Ini harus digelorakan, di mana pun berada alumni PTM berada. Peserta dari 21 PTM harus bisa menjadi juru dakwah sambil bekerja sesuai dengan profesi masing-masing.

Sebagai Kader Bangsa, kata Fadlil, mahasiswa atau alumni PTM harus bisa menjaga warisan leluhur yang berupa bangsa dan negara. "Warisan nenek moyang kita seperti Borobudur, Prambanan, dan lain-lain menunjukkan kehebatan mereka. Kehebatan ini harus kita jaga jangan sampai hilang," tandas Fadlil. (Wid)