Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 19 Oktober 2018 / 01:44 WIB

Pembangunan Bendungan Pasuruhan Dilanjutkan

MAGELANG, KRJOGJA.com - Proyek pembangunan Bendungan Pasuruhan yang berlokasi di perbatasan antara Kecamatan Mertoyudan, Borobudur dan Kecamatan Tempuran di Kabupaten Magelang, dipastikan akan dilanjutkan setelah pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden 2019 mendatang. Hal ini dipastikan saat rapat koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dengan Pemkab Magelang yang dipimpin Penjabat Sekda Magelang, Drs Endra Endah Wacana di ruang rapat Wakil Bupati Magelang, Kamis (18/10/2018).

"Proyek bendungan ini, sudah masuk rencana strategis peraturan presiden nomor 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019. Kegiatan strategis jangka menengah nasional propinsi Jawa Tengah, percepatan pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air. Namun untuk saat ini, belum memenuhi syarat administrasi AMDAL karena belum mendapatkan surat kesesuaian RTRW, karena masih dalam proses," kata Modesta, Kepala Bidang Pelaksanaan BBWSSO.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Disampaikan Modesta, jika bendungan ini tujuan utamanya adalah untuk menyuplai 1.100 liter/detik air baku diwilayah Kota Yogyakarta. Namun demikian, Kabupaten Magelang juga akan banyak mendapatkan manfaat.

Diantaranya, menyediakan air irigasi untuk sekitar 800 hektar lahan pertanian. Kemudian air baku di Kecamatan Borobudur, Mungkid dan Muntilan sekitar 500 liter/detik. "Hal lainnya, untuk cadangan air saat musim kemarau dan untuk mempertahankan debit air tanah (sumur) disekitar bendungan," jelasnya.

Disampaikan lagi, jika perjalanan bendungan ini sudah dimulai sejak tahun 2012 lalu dengan melakukan studi kelayakan, pra desain bendungan pasuruhan dan jaringan pemanfaatannya oleh PT Metana. Dilanjut tahun 2013, dengan desain bendungan pasuruhan. Kemudian, detail desain penyediaan air baku WS POS dan WS Serbog tahun 2015 oleh PT Bhawana.

"Pada tahun 2016, dilakukan pemantapan geologi bendungan pasuruhan oleh PT Metana, dilanjut analisa gempa dinamis dan model tes bendungan pasuruhan pada tahun 2017, juga oleh PT Metana. Untuk tahun ini, sudah masuk tahapan Amdal dan larap bendungan oleh PT Abad Dua Satu sebagai konsultan teknik," tandasnya.

Sementara Penjabat Sekda Kabupaten Magelang, Drs Endra Wacana menyampaikan jika pertemuan yang juga dihadiri anggota DPR RI Komisi V, Ir Sudjadi ini, bertujuan untuk menyamakan persepsi antara peserta yang hadir baik dari Pemkab Magelang maupun BBWSSO dan pihak pelaksanan.

"Yang sangat penting, kami minta saat sosialisasi ke masyarakat mengutamakan  pendekatan yang jawani sesuai adat jawa. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah menerima penjelasan dan yang utama tentu agar kondosifitas daerah tetap terjaga," pintanya.

Sedang Ir Sudjadi mengatakan, karena tahun ini adalah tahun politik, maka pelaksanaan pembangunan bendungan akan dilaksanakan setelah Pilleg dan Pilpres 2019, April mendatang. Meski belum dilaksanakan, namun pihaknya sangat yakin jika pemerintah daerah pasti akan mendukung.

"Pemerintah pasti akan mendukung proyek ini karena dapat mensejhaterakan masyarakat dan lebih banyak dampak positifnya," katanya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga minta agar pihak pelaksana saat menyampaikan sosialisasi baik ke Bupati Magelang maupun ke masyarakat terdampak, mengedepankan sikap yang baik. "Yang utama buat bahan sosialisasi sebaik mungkin. Jika perlu pakai tiga dimensi, sehingga siapa pun yang mendengarkannya, akan tertarik," pungkasnya. (Bag)