Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 18 Oktober 2018 / 20:54 WIB

Endang Tewas Membusuk di Rumah

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Endang Susan Wartini (57) ditemukan tak bernyawa di rumah no 69 Perum Griya Pesona, Ngringo Indah Rt 11/Rw V Dukuh Karangrejo, Desa Ngringo, Jaten, Kamis (18/10/2018) pukul 09.00 WIB. Dilihat dari kondisi tubuhnya, waktu kematian korban pada beberapa hari lalu.

"Awalnya tetangga korban, Ni Nyoman merasa curiga saat melintas di rumah korban. Lalat beterbangan di sekeliling pintu masuk. Ia lalu mendekat. Langsung tercium bau busuk bangkai," kata Plt Kapolsek Jaten, Iptu Maryadi.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Ni Nyoman tak mau sendirian menyelidiki isi rumah yang membuat lalat mendekat sehingga ia meminta tetangga bernama Joko Supriyanto yang tinggal di rumah nomor 27 untuk mengantarkannya ke polisi. Ia menduga, terdapat tubuh manusia membusuk di sana.

"Mereka melaporkan hal itu ke Polsek Jaten. Anggota Polsek Jaten lalu mendatangi rumah yang dimaksudkan pelapor. Setelah dibuka paksa, aroma tidak sedap menyeruak. Saat itu terlihat korban dalam keadaan tertelungkup di ruang tamu rumah," lanjutnya.

Berdasarkan kartu tanda pengenal, koeban tercatat warga Jalan Tejonoto No 19 Rw 03/Rw XIII, Kelurahan Danukusuman, Serengan, Solo. Laporan penemuan mayat diteruskan ke Puskesmas II Ngringo, Inafis Polres Karanganyar, dan BPBD Karanganyar.

Korban diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, korban mempunyai riwayat penyakit diabetes.

Maryadi mengatakan, Ni Nyoman menyampaikan kepada polisi bahwa melihat taksi berhenti di depan rumah korban pada Senin (15/10/2018) malam. Saat itu sopir taksi bertanya perihal korban tidak mengangkat telepon padahal sudah dihubungi beberapa kali. Ni Nyoman berpikir sopir taksi menjemput untuk membawa ke rumah sakit, sehingga ia tak terlalu ambil pusing.

"Ceritanya tetangga, sopir taksi datang ke rumah korban Senin. Si sopir telepon enggak diangkat. Si tetangga mengira korban sudah dibwa ke rumah sakit karena sopir sudah pergi saat tetangga keluar rumah. Jenazah diserahkan kepada keluarga. Mereka menerima kejadian itu karena kondisi korban sakit dan sudah tua," tutur Maryadi. (Lim)