Ragam Editor : Agus Sigit Rabu, 17 Oktober 2018 / 14:45 WIB

Sering Muncul Penampakan Korban Perampokan di Bank, Ada Apa?

MALAM itu saya terpaksa harus kembali ke kantor. Ada bahan penting harus saya kerjakan di rumah, sebab besok pagi laporan itu harus sudah selesai dan menjadi bahan rapat di kantor.

Saya bekerja di sebuah bank. Belum lama bekerja di situ. Meski banyak orang mengatakan bahwa gedung tempat bank saya itu angker, saya tidak peduli. Saya lalu telepon pak sopir yang biasa antar jemput saya untuk datang ke rumah saya. Tak berapa lama driver itu sudah datang berama mobil untuk menjemput saya.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

“Antar saya ke kantor, Pak. Ada bahan penting harus saya ambil untuk dikerjakan malam ini di rumah,” pinta saya.

Begitu masuk halaman tengah kantor saya merasakan ada sesuatu yang ganjil. Di depan pintu kantor saya, berdiri seorang wanita muda etnis Tionghoa. Kepalanya merunduk, rambutnya terurai lurus ke bawah. Yang membuat dada saya tersirap, beberapa bagian pakaiannya terlihat ada beberapa bercak darah.

“Kenapa malam-malam begini ada orang bisa masuk ke dalam kompleks perkantoran ini. Apa tidak dipantau Satpam?” pikir saya. Tapi karena tergesa, saya tidak begitu peduli. Ketika wanita itu saya sapa, dia tidak menjawab. Lagi-lagi saya tak peduli, lalu masuk ke dalam kantor.

Sampai di dalam ruang kantor, saya segera mengambil bahan-bahan yang saya butuhkan itu. Tapi sebelum keluar saya menelepon security perihal adanya orang yang berada di dalam kompleks kantor saya.

“Siapa orang itu Pak? Kalau tidak ada keperluan segera diusir keluar,” kata saya kepada Satpam melalui intercom. Satpam menyatakan siap dan akan segera memeriksanya.

Tak berapa lama kemudian. “Lapor Pak, setelah saya periksa tidak ada seorang pun di depan pintu kantor Bapak. Saya cari ke sekitar tempat itu juga tidak ada.”

“Baiklah,” jawab saya. Tapi sebelum saya beranjak keluar, saya melihat wanita itu sudah ada di dalam ruang tamu kantor saya. Terang saja saya segera mendekatnya. Tapi kenapa bulu kuduk saya berdiri? Dan hawa di sekitar tempat itu menjadi dingin?

“Mbaaak, mohon….” Tapi sebelum sapaan itu saya lanjutkan sosok yang duduk di ruang tamu saya itu raib entah kemana. Tanpa banyak komentar saya segera meninggalkan ruang kantor saya.

Di ruang security saya segera mencerikan kejadian ganjil itu kepada mereka. Dari para petugas keamanan saya mendapat informasi, dalam beberapa hari ini di kantor tersebut sering terjadi penampakan wanita Tionghoa korban perampokan. Atas peristiwa ini saya lalu menggelar doa bersama di kantor agar gangguan itu segera hilang. (Harianmerapi.com)