DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 17 Oktober 2018 / 12:47 WIB

Syekh Ali Jaber: Rapatkan Shaf, Tepis Perbedaan

YOGYA, KRJOGJA.com - Umat Islam di Indonesia begitu banyak dan menjadi mayoritas. Namun, jumlah yang banyak tersebut belum sepenuhnya bersatu dan cenderung terbelah oleh bermacam perbedaan.

"Bahkan Rasulullah SAW sudah mengingatkan bahwa banyak yang tidak suka umat Islam ini bersatu. Karena itu dipecah belah melalui berbagai cara. Satu dengan yang lain merasa paling benar sehingga sulit untuk disatukan," tegas Syekh Ali Jaber di hadapan ribuan jamaah dalam acara Muslim United dengan tema 'Lelah Berpisah, Mari Berjamaah' di Halaman Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Selasa (16/10) tadi malam. Kegiatan yang menghadirkan sejumlah komunitas, ormas keislaman dan tokoh-tokoh Islam ini akan dilangsungkan hingga Kamis (18/10) besok.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Hanya saja, menurut ulama asal Madinah ini, perbedaan yang terjadi bukan pada akidah. Tapi lebih pada fikih yang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Kebiasaan yang dicampur dengan perasaan hingga akhirnya dijadikan kebenaran untuk diikuti dalam keseharian. "Namun kita tidak bisa memaksakan dan menyalahkan. Karena pandangan dan pemikiran itu berasal dari pribadi masing-masing. Mari kita rapatkan shaf di dalam kehidupan seperti rapatnya shaf saat salat. Jangan sampai perbedaan itu jadi nilai untuk melihat orang lain, karena perpecahan akan muncul dari situ," sebut Syekh Ali.

Sementara itu sesepuh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY Syukri Fadholi menyampaikan, saat ini banyak generasi muda yang sudah memilih jalan hijrah. Sebab itu pihaknya menyerukan agar kembali pada jalan hijrah untuk menemukan kebenaran. "Mari satukan Islam agar memberikan warna pada kehidupan berbangsa yang kita cintai ini," tegas Syukri.

Sedang Ustadz Salim A Fillah menegaskan, Islam itu indah. Berbagai perbedaan disatukan dalam keindahan Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam. Bahkan, ia menegaskan sudah selayaknya kebahagiaan umat Islam bisa hidup di NKRI yang juga terdiri dari beragam perbedaan namun menjadi satu kesatuan.

Sebelum tausiah, Syekh Ali Jaber menjadi imam Salat Isya yang diikuti ribuan jemaah hingga penuh sesak. Selain itu juga dilakukan pensyahadatan seorang mualaf yang dipimpin langsung Syekh Ali Jaber yang disambut pekikan takbir ribuan jamaah. (Feb)