DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 16 Oktober 2018 / 19:32 WIB

Kunjungi BPAD, Lindungi Budaya Membaca Pada Anak

BANTUL, KRJOGJA.com - Puluhan siswa RA I TKIT Mutiara Hati Pundong Bantul mengunjungi Perpustakaan Grhatama Pustaka, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Selasa (16/10). Dalam kunjungan itu juga diikuti guru sebagai pendamping. Tujuan mendasar dari kunjungan itu untuk mendorong minat siswa dalam membaca. Mengingat akhir-akhir ini minat baca mengalami penurunan.

Kepala RA I TKIT  Mutiara Hati Pundong, Yuni Wijaya Wulandari SH mengatakan,  lawatan ke BPAD tersebut sekaligus ajang menambah wawasan siswa secara umum.  Termasuk memberikan informasi tentang satwa, negara dan tumbuhan yang ada dalam koleksi buku di BPAD.  Program itu memberikan keuntungan tersendiri bagi siswa.  "Kami terus berusaha agar budaya membaca itu terus tumbuh dikalangan siswa kami, salah satunya dengan kunjungan ke BPAD ini," ujarnya.  Berkunjung ke perpustakaan merupakan hal baru bagi siswa, harapanya ketika minat berkunjung ke perpustakaan meningkat juga berdampak minat baca.  Oleh karena itu,  pelan-pelan siswa harus dirayu jika membaca itu sangat mengasikkan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Kami berharap dengan mengajak siswa gemar membaca punya dampak positif jangka panjangnya," jelasnya.

Jangan sampai budaya membaca dikalangan siswa menurun lantaran lebih memilih gadget. Kecenderungan meninggalkan budaya membaca itu harus diantisipasi sejak dini.  

Terpisah Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kabupaten Bantul, Zahrowi mengatakan, dalam upaya meningkatkan minat baca dikalangan siswa harus dilakukan secara berkelanjutan dan sejak dini. "Guru orangtua dan lingkungan harus saling memberikan dukungan bagaimana caranya budaya membaca itu tetap melekat dalam diri anak," ujar Zahrowi. Jangan sampai pesatnya perkembangan teknologi dijadikan kambing hitam terkait menurunnya minat baca. Anak -anak juga harus diberikan pengertian supaya lebih bijak memanfaatkan teknologi. Orangtua juga harus selektif dalam memberikan fasilitas kepada anak anak.

"Jangan karena mampu memberikan fasilitas lebih, anak justru diberi keleluasaan. Semua harus sesuai dengan porsinya ," ujarnya. Selain itu Zahrowi menilai guru harus memberikan keteledan bagi siswa terkait dengan budaya membaca. (Roy)