Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 15 Oktober 2018 / 11:31 WIB

Pameran Tosan Aji Diharapkan Lestarikan Warisan Budaya

MAGELANG, KRJOGJA.com - Untuk mempertahankan dan melstarikan warisan budaya asli Indonesia (pusaka keris), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, menggelar Pameran Tosan Aji 2018, di halaman parkir tempat wisata Bukit Telomoyo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Sabtu (13/10/2018) kemarin. Pameran tersebut, dilaksanakan selama dua hari hingga Minggu (14/10/2018).

Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Haryono, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Tosan Aji merupakan warisan nenek moyang yang adi luhung, yang perlu dijaga dan dilestarikan, sebagai salah satu cikal bakal bangsa Indonesia.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

"Tosan aji ini sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit maupun kediri, dan sekarang ini sudah dicatat sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Tosan aji sendiri juga mempunyai peranan penting yang digunakan sebagai senjata dalam merebut kemerdekaan oleh nenek moyang kita," ujar Haryono dalam sambutannya.

Menurut Haryono, pada saat ini generasi muda banyak yang kurang memahami dan tidak mengenal nilai-nilai baik histori, filosofi, maupun nilai-nilai sejarah. Oleh sebab itu, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyemangatkan kembali kepada masyarakat agar lebih memahami dan mempelajari nilai filosofi budaya dari Tosan Aji.

"Kegiatan ini adalah sebagai upaya melestarikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya bangsa yang adi luhung," ungkap Haryono.

Sedangkan, Sekjen Senopati Nusantara, Hasto Kristiyanto, dalam hal ini mengatakan bahwa, keluarga besar Senopati Nusantara tidak akan mengenal lelah dalam mengenalkan warisan nilai budaya banga sini, dimana melalui Tosan Aji tersebut kita dapat mengenal sejarah peradaban bangsa ini.

"Bahkan UNESCO sendiri pada tanggal 25 November 2005 telah memberikan sebuah pengakuan atas Tosan Aji 'Keris' sebagai karya agung dunia, warisan kemanusiaan bangsa," tutur Hasto.

Untuk itu, lanjut Hasto, tekad dari Senopati Nusantara adalah hanya untuk mengangkat Tosan Aji. Tidak hanya Tosan Aji, tetapi juga nilai-nilai filsafat yang terkandung didalamnya.

"Kalau kita menggunakan keris bukan hanya perlambang sebuah senjata saja, namun itu adalah sebuah hasil karya kebudayaan. Dan didalamnya melekat berbagai filsafat-filsafat dasar dari kehidupan kita sebagai umat manusia ciptaan yang maha kuasa," jelas Hasto.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Magelang, Zaenal Arifin, sangat mengapresiasi atas digelarnya pameran Tosan Aji tersebut, dan juga atas kehadiran Sekjen Senopati Nusantara.

"Yang pertama kami atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, tentunya dalam hal ini sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya kegiatan pameran Tosan Aji. Kemudian kami juga sangat mengapresiasi atas kehadiran Sekjen Senopati Nusantara dalam acara pembukaan Pameran Tosan Aji ini," ungkap Zaenal.

Zaenal mengatakan, bahwa sebelum era Majapahit pusaka-pusaka tersebut telah mengalami masa kejayaannya. Oleh karena itu, pihaknya pun berharap melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk terus ikut berperan secara aktif dalam melestarikan nilai-nilai budaya tersebut.

"Oleh karena itu, saya meminta agara nilai-nilai budaya serta nilai-nilai filosofi seperti inilah yang mencerminkan sejarah bangsa ini untuk tetap kita akan pertahankan. Sehingga nantinya akan tetap kita wariskan sampai ke anak cucu kita," pungkas Zaenal.

Perlu diketahui, dalam pameran Tosan Aji ini pun juga diikuti oleh 60 peserta dari berbagai daerah. Selain itu, ratusan pengunjung dari berbagai kota pun juga turut meramaikan pameran Tosan Aji yang diselenggarakan selama 2 hari tersebut. (Bag)