DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 12 Oktober 2018 / 17:07 WIB

Gerakan Relawan Jokowi Dibentuk, Begini Cara Tangkal Hoax

BANTUL, KRJOGJA.com - Beberapa komunitas dan organisasi kemasyarakatan di DIY Jumat (12/10/2018) membentuk sebuah wadah yang dinamakan Gerakan Relawan Jokowi (GRJ). Meski secara resmi baru dideklarasikan Sabtu (13/10/2018) malam di Pyramid Cafe Jalan Parangtritis, namun GRJ telah memiliki beberapa agenda dengan bertujuan memenangkan kembali Joko Widodo yang kali ini berpasangan bersama KH Maruf Amin. 

Ketua Harian GRJ Heru Sapto Putro mengatakan meski belum resmi dideklarasikan dan dilantik pengurusnya, namun paling tidak sudah ada 4000-an anggota yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Jumlah tersebut menurut dia akan terus bertambah karena masih banyak komunitas dan organisasi masyarakat yang ingin ikut serta memenangkan pasangan nomor urut satu tersebut. 

“Di DIY tercatat 500-an anggota sudah bergabung namun di daerah-daerah lain kita data sudah sampai 4000-an orang yang masih akan terus bertambah. GRJ berpusat di DIY yang mana akta pendirian sudah resmi terdaftar di Kemenkumham sehingga legalitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Misinya jelas, memenangkan Jokowi sesuai koridor pemilu yang berlaku,” terangnya. 

Heru mengatakan pihaknya telah menyusun beberapa rangkaian agenda kegiatan yang secara garis besar memiliki misi menangkal isu hoax. Pasalnya, menurut dia beberapa waktu terakhir media sosial dipenuhi dengan isu-isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

“Salah satunya mungkin nanti akan ada lomba belanja untuk para ibu, budget Rp 50 ribu siapa yang bisa belanja di pasar dengan banyak item akan mendapat apresiasi. Ini sekaligus menjawab isu yang berkembang kalau harga bahan pokok naik terus. Akan kami realisasikan dalam waktu secepatnya,” ungkapnya lagi. 

GRJ yang diketuai Hj Sri Surya Widati Idham Samawi ini juga bertekad mengawal pesta demokrasi agar berjalan baik tanpa pertentangan apalagi menimbulkan benturan fisik. Mereka juga mengatakan akan mendorong generasi muda untuk memilih dan tidak antipati menggunakan hak pilih dalam pemilu 2019. 

“Kami akan coba masuk baik melalui tatap muka maupun sosial media, untuk menjangkau teman-teman muda, generasi milenial. Kami dorong mereka menggunakan hak pilih, apapun pilihannya mau satu ataupun dua tapi tetap memberikan hak pilih,” pungkasnya. (Fxh)