DIY Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 13 Oktober 2018 / 21:30 WIB

Pathuk Itu Bukan Nama Bakpia Tapi Nama Kampung, Begini Ceritanya

BAKPIA sekarang terkenal sebagai salah satu kue khas Yogyakarta yang sering menjadi oleh-oleh bagi wisatawan lokal maupun luar negeri. Makanan ini biasa diproduksi di kampung Pathook (Pathuk) kawasan jalan KS Tubun, Keluarahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan, Yogyakarta.  

Bakpia aslinya merupakan cemilan dari Cina yang hanya berisikan kacang hijau. Pada tahun 1948 bakpia mulai diproduksi di di kampung Pathuk sehingga banyak produsen yang menamai 'Bakpia Pathuk' karena berdasarkan asalnya yaitu kampung Pathuk.   

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Warga Kampung Pathuk sangat lekat dengan produksi panganan khas Yogyakarta tersebut. Produksi bakpia di kampung ini tersebar di empat RW, diantaranya RW 004, RW 005, RW 007 dan RW 008. Beberapa produk bakpia terkenal antaranya Bakpia Pathok 25 dan Bakpia Pathuk 75, ternyata angka produk itu merujuk kepada nomor rumah yang memproduksi bakpia tersebut. 

Bakpia saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tersedianya berbagai varian rasa merupakan salah satu contoh perkembangan yang sangat mencolok. Umumnya rasa kacang hijau, sedangkan sekarang terdapat beberapa rasa lainnya seperti coklat, keju, durian, green tea dan lain sebagainya. 

Biasanya cemilan mungil nan manis ini dijual dalam jumlah per 15 biji atau 20 biji. Harga berkisar antara Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu tergantung rasa. Biasanya memiliki masa kadaluarsa yang relatif cepat, yakni 4 hingga 5  hari. Sedangkan untuk produk premium bisa  bertahan sampai 10 hari. Toko bakpia yang tersebar di kawasan Jalan KS Tubun ini biasa buka pukul 06.00 – 23.00 WIB, setiap hari. 

Ketika sendiri musim libur sekolah tiba seringkali terjadi kemacetan karena ramainya pengunjung yang ingin membeli panganan khas Yogyakarta tersebut. Jadi, yang lagi ngebet ingin merasakan bakpia, main ke sini aja. (Anggit Dwi Prayoga)