DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 14 Oktober 2018 / 01:30 WIB

Kampung Ketandan, Nuansa Tionghoa Asli Yogya

KAMPUNG KETANDAN merupakan kampung yang terletak di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan Malioboro, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Selain sebagai sentra perdagangan, Ketandan juga menyimpan banyak keunikan sejarah yang sangat kental dengan etnis Tionghoa. Sejarah berdirinya Kampung Ketandan sendiri tidak lepas dari peran etnis Tionghoa sebagai salah satu penggerak perekonomian di Yogyakarta.

Hal ini dapat dilihat ketika kita memasuki kawasan Kampung Ketandan. Kita akan disambut dengan gerbang megah bertuliskan 'Kampoeng Ketandan'. Masuk kedalam, maka kita akan melewati banyak pedagang-pedagang di pinggir jalan. Kebanyakan dari mereka berdagang emas maupun permata, tetapi toko klontong, toko obat-obatan dan jamu serta berbagai toko sembako tidak kalah pula banyaknya. Hal inilah yang menjadikan Kampung Ketandan menjadi salah satu sentra perdagangan di Yogyakarta.

Arsitektur bangunan di kawasan Kampung Ketandan sendiri terbilang masih bernuansa tempo dulu. Rumah-rumah di kawasan ini banyak yang dibangun memanjang dan digunakan sebagai toko oleh pemiliknya sehingga sering disebut sebagai rumah toko atau ruko. Arsitektur bangunan berbentuk ruko sering dijadikan ciri khas rumah di Kampung Ketandan, karena pada dasarnya orang Tionghoa rata-rata bekerja sebagai pedagang dengan melibatkan rumah pribadi mereka sebagai tempat usaha. Sehingga kebanyakan rumah di Kampung Ketandan memiliki dua lantai karena memiliki fungsi sebagai tempat tinggal di sisi lain juga digunakan sebagai tempat usaha. 

Terdapat pula arsitektur bangunan khas etnik Tionghoa dengan warna cerah seperti warna merah dan kuning. Selain itu, terdapat pula ornamen-ornamen dan aksesoris khas Tionghoa yang terpasang hampir di setiap sudut rumah warga. Hal ini semakin menegaskan keberadaan etnis Tionghoa yang sangat kental di Kampung Ketandan. 

Kawasan Kampung Ketandan juga tidak pernah sepi karena banyaknya lalu lalang masyarakat yang hanya sekadar melewati Kampung Ketandan serta adapula yang berbelanja di toko-toko sekitar Kampung Ketandan. Sampai sekarang, kawasan Kampung Ketandan masih banyak dihuni oleh masyarakat Tionghoa. Tak hanya warga asli, masyarakat etnis Tionghoa yang berasal dari luar Kota Yogya juga banyak yang mendatangi Kampung Ketandan. (Guntur Mulyadi)