DIY Editor : Danar Widiyanto Jumat, 12 Oktober 2018 / 13:10 WIB

Kagetkan Warga, Kecelakaan Bus Tewaskan Seorang Penumpang

BANTUL, KRJOGJA.com - Kecelakaan maut menimpa bus mini Nopol AB-7476-CD di Jalan Ahmad Yani Ring Road Selatan Singosaren Banguntapan Bantul, Jumat (12/10/2018). Dalam peristiwa itu satu penumpang, Ny Paiyem (40) warga Dengkeng Desa Wukirsari tewas dilokasi kejadian dengan luka serius dibagian kepala. Sedang sopir bus jurusan Yogya-Dlingo Bantul Budiyono (42) warga Loputih Desa Jatimulyo  Dlingo mengalami luka ringan. 

Sementara lima orang penumpang yaitu Tugiman Marsudi (73) warga Dengkeng Wukirsari Imogiri Bantul,  Budi Utomo (53) warga Dilatan Desa Monggol Saptosari Gunungkidul, Wasito (41) warga Widoro Sumberwungu Tepus Gunungkidul, Suyati (40) warga Semin Sukoreno Sentolo Kulonprogo, Sarjono (57) warga Saman Bangunharjo Sewon. Kini kasus kecelakaan tersebut ditangani Unit Kecelakaan Sat Lantas Polres Bantul.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Kepala Unit Kecelakaan Sat Lantas Polres Bantul, Iptu Mulyanto SH mengatakan, sebelum musibah terjadi bus bermuatan enam orang termasuk sopir baru saja keluar dari Terminal Giwangan Yogyakarta. Karena jalan relatif sepi bus melaju dengan kecepatan sedang. Namun diluar perkiraan laju bus tidak stabil. Tidak hanya itu bus juga sulit dikendalikan dan langsung menerobos devider pemisah jalur cepat dan lambat. Sopir bus tidak mampu  menghentikan dan langsung keluar terperosok di sisi kiri jalan.  

“Melihat data dan fakta dari olah TKP di lapangan ada komponen kemudi mendadak tidak berfungsi sehingga bus tidak bisa dikendalikan,” ujar Mulyanto.

Setelah bus terperosok di sisi kiri jalan sedalam kurang lebih 5 meter. Warga yang melihat peristiwa itu berhamburan melakukan pertolongan kepada para korban.  Setelah itu ambulan dari PMI Kota Yogyakarta dan Bantul membawa sejumlah penumpang selamat ke rumah sakit. Mulyanto mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan surat keterangan bus lengkap. Sedang  proses evakuasi cukup lama mengingat bangkai bus dari dasar tanah harus diangkat ke badan jalan. 

“Tetapi diketahui ternyata sopir bus belum memiliki SIM,” pungkasnya.(Roy)