Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 12 Oktober 2018 / 12:21 WIB

Pencarian Korban Dihentikan, Tanggap Darurat Sulteng Diperpanjang

PALU, KRJOGJA.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) diperpanjang 14 hari mulai 13 Oktober sampai 26 Oktober 2018. 

Masa tanggap darurat bencana diperpanjang karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan, termasuk yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan pengungsi serta perbaikan sarana dan prasarana.

Pembangunan hunian sementara, serta kegiatan penanganan medis, perlindungan sosial dan pembersihan puing bangunan juga belum selesai. 

"Diperlukan kemudahan akses agar penanganan dapat cepat dilakukan sehingga masa tanggap darurat bencana perlu diperpanjang," jelas Sutopo. 

Sementara itu proses pencarian korban meninggal dunia akibat gempa, tsunami dan likuifaksi Sulteng diperpanjang sehari. "Karena ada beberapa anggota masyarakat yang meminta evakuasi masih dilakukan, maka diperpanjang satu hari," kata Sutopo. 

Proses pencarian korban meninggal dunia akan dihentikan Jumat (12/10/2018) sore ini. Sebelumnya, proses pencarian korban meninggal direncanakan dihentikan Kamis (11/10/2018). Hal itu karena prosedur standar operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) yang mengatur pencarian korban bencana berlangsung selama tujuh hari dengan perpanjangan tiga hari. 

Hingga Jumat (12/10/2018), pencarian dan pertolongan korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulteng sudah berjalan 14 hari. "Jumat pagi Tim Pencarian dan Pertolongan masih akan melakukan pencarian. Jumat sore, pencarian resmi dihentikan," kata Sutopo.

Sutopo mengimbau masyarakat di Sulteng tidak melakukan pencarian korban sendiri karena kondisi jenazah yang sudah mulai buruk dan berpeluang menyebabkan penyakit.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami selama 14 hari dari 13 sampai 26 Oktober untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaan penanganan tanggap darurat dampak gempa. 

"Setelah mendengarkan dan memperhatikan secara seksama seluruh masukan dan saran-saran kementerian, lembaga terkait, bupati dan walikota serta rekomendasi teknis dari Seskretaris Utama BNPB, saya menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari," katanya usai Rapat Komando Satuan Tugas Gabungan-Paduan Penanganan Dampak Bencana di Kantor Gubernur Sulteng di Palu.

Dalam pimpinan Panglima Kosatgasgabpad Mayjen TNI Tri Suhandono itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaporkan pemulihan infrastruktur masih terus dilaksanakan, termasuk yang berkenaan dengan rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. Kementerian mengalokasikan waktu dua minggu lagi untuk melakukan pembersihan puing dan perbaikan infrastruktur.

Sementara Kementerian Sosial menilai pengungsi sampai saat ini masih membutuhkan bantuan, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan, pemerintahannya masih butuh waktu untuk melanjutkan penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, dan pembukaan jalan ke tempat yang masih terisolasi di wilayahnya.

Walikota Palu Hidayat dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal juga menyatakan masih butuh dukungan untuk menangani dampak bencana, termasuk membantu para korban.(*)