Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 11 Oktober 2018 / 19:42 WIB

Ganjar Pranowo Kagumi Karya Peserta PCTA

SEMARANG, KRJOGJA.com - Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo dan wakilnya, H Taj Yasin Maemoen terkagum-kagum menyaksikan presentasi dua pelajar SMA Negeri 2 Wonogiri dan dua mahasiswa Universitas Tidar Magelang. Mereka menciptakan Aplikasi Perdagangan Sapi dari Penjual langsung kepada Pembeli dan Alat Semprot Dorong yang diciptakan untuk membantu petani.

Keseluruhan pelajar dan mahasiswa merupakan anggota Parade Cinta Tanah Air (PCTA) binaan Kementrian Pertahanan RI Perwakilan Jawa Tengah dibawah pimpinan Kepala Kantor Pertahanan Marsekal Pertama  TNI Latif Ainul Yaqin, yang mewakili Jateng dalam Lomba PCTA Tingkat Nasional belum lama ini.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Grace Aprilydia Sinaga dan Tiara Kasih adalah siswi SMA Negeri 2 Wonogiri yang tampil sebagai Juara III dengan menemukan karya inovatif berupa Aplikasi My Qurban. Sedangkan Wilda Ulfi Yanti dan Rahma Adinda Dwi Lestari adalah mahasiswi Universitas Tidar Magelang yang dalam kompetisi PCTA Nasional tampil sebagai Juara II dengan karya inovatif membuat alat semprot hama dorong, dengan tenaga semprot melalui gerak roda.

Kepala Kantor Kemenhan RI Perwakilan Jawa Tengah Marsma TNI Latif Ainul Yaqin meminta gubernur agar mendorong para bupati di mana Sekolah dan Perguruan Tinggi tersebut berada ikut mensupport dan memberi jalan untuk mendukung dan mengembangkan karya inovatif tersebut. Sebab keduanya sangat membantu masyarakat, khususnya para peternak sapi dan petani untuk menggarap sawah atau ladang.

Wilda dan Rahma menyampaikan alat semprot dorong sebagai solusi bagi petani yang umumnya sudah tua dan kurang optimal bila masih menggunakan alat semprot gendong dengan pompa tangan. "Dengan hanya didorong maka tidak perlu tenaga banyak dan bisa menjangkau lahan lebih luas. Putaran roda kami buat agar bisa memompa dan mengisi udara sebagai sumber tekanan semprotan. Harga alat juga lebih murah sekitar Rp 1,5 juta,” ungkap Wilda, Kamis (11/10/2018).

Sementara Grace dan Tiara yang membuat Aplikasi My Qurban justru memikirkan nasip peternak sapi yang seringkali menjual ternak bergantung pada makelar atau blantik, sehingga kurang bisa memaksimalkan harga. Dengan Aplikasi May Qurban, maka penjual dengan pembeli bisa dipertemukan langsung melalui smartphone.

Pembeli juga bisa mendapatkan jaminan kualitas ternak karena selain dapat melihat secara langsung kondisi hewan ternak, juga ada jaminan dari dokter hewan yang dilibatkan. "Dengan menggunakan aplikasi ini maka peternak bisa mendapatkan untung yang lebih besar dan pembeli akan mendapatkan harga yang lebih burah dibanding lewat perantara,” ujar Grace kepada Ganjar Pranowo saat menjelaskan aplikasinya.

Ganjar Pranowo memberikan apresiasi kepada dua Duta PCTA Jawa Tengah tersebut. "Karyanya cukup inovatif danbisa memberikan kontribusinya kepada masyarakat Jawa Tengah. Pemerintah sangat mendukung dan meminta agar karya-karya ini jangan sampai berhenti. Perlu adanya kolaborasi keilmuan, sehingga temuan inovatif ini akan terus berkembang seiring kebutuhan multisegmen," ujarnya.

Meski aplikasi yang dibuat pelajar SMA Negeri 2 Wonogiri obyeknya jual beli hewan ternak, Ganjar yakin bisa diaplikasikan ke semua segmen.  Hal tersebut menurut Gubernur Jateng seiring dengan inovasi yang telah diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, antara lain membuat Website regopantes.com dan petani.com, serta toko online Sadewa Market. (Cha)