DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 Oktober 2018 / 18:51 WIB

Sabtu, Museum Air Jogja Bay Diluncurkan

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pernahkah kalian membayangkan hidup di muka bumi tanpa air? Tidak bisa minum, mandi, membersihkan diri, bahkan melakukan hal-hal mendasar lainnya. Hal ini mengingat keberadaan air sangat vital untuk kelangsungan hidup di muka bumi. Air adalah salah satu senyawa penting yang mampu menggerakkan kehidupan. Tumbuhan tidak mampu melakukan fotosintesis tanpa air. Begitu pula dengan hewan. Makhluk ini tidak bisa hidup tanpa air. 

Namun ternyata pentingnya air tidak hanya dibutuhkan oleh makhluk hidup saja. Beberapa elemen kehidupan lain seperti ekosistem, siklus, cadangan energi, transportasi, industri, dan rumah tangga juga tidak dapat berjalan tanpa air. Seluruh aspek serta komponen pergerakan air pun menjadi sangat penting untuk kita pelajari.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Pada Sabtu (13/10/2018) nanti Yogyakarta akan memiliki Museum Air “Water for Life” di area wahana Jogja Bay Waterpark. Museum edutainment terapan ini akan menjadi satu-satunya edutainment centre yang mengulas tentang pentingnya air bagi kelangsungan hidup di muka bumi.

Museum yang terletak di sisi utara The Harbour Theater ini dapat menampung sedikitnya 150 orang pengunjung. Namun, pengunjung akan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan satu tour guide museum yang dapat menjelaskan detail isi dan materi konten museum. Pembagian kloter pengunjung akan dilakukan setiap 25-30 orang untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan di dalam area museum secara maksimal.

Pengunjung akan diajak berpetualang mengelilingi museum untuk memahami asal muasal, siklus, konservasi, tata kelola, dan pentingnya unsur air dalam interior dark ride. Dengan suasana laboratorium, pengunjung akan diajak berinteraksi langsung melalui percobaan-percobaan atas unsur, sifat, kimia, dan fisika air. Dalam hal ini mereka wajib mengenakan atribut laboratorium seperti jas dan kacamata yang telah disediakan. 

Museum Air “Water for Life” memiliki empat zona ruangan terpisah dengan spotspot edukasi dan visualisasi yang menarik. Empat zona tersebut diantaranya memuat info display, water table interactive, classroom, video mapping, dan virtual reality. Sembilan ruangan tematik di dalamnya akan mengajak pengunjung untuk belajar mengenal tentang air lebih dekat.

Menariknya, museum ini juga memuat pengetahuan sejarah mengenai “Selokan Mataram” yang dibangun di masa pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942. Saluran pengairan kawasan pertanian yang dibangun atas kecerdikan Sultan dalam menyelamatkan ribuan penduduk dari kekejaman menjadi budak romusha Jepang ini terdapat di Museum Air “Water for Life”. Pengunjung akan diajak untuk mengerti peran pentingnya siklus air dalam menyelamatkan republik ini. 

Berkunjung ke museum yang terletak area wahana Jogja Bay Waterpark ini akan memberikan sensasi pengalaman dan liburan berbeda dari museum lainnya. Museum Air “Water for Life” akan memberikan pengalaman belajar yang asyik, atraktif, dan menyenangkan.

Pengunjung akan dibekali ilmu pengetahuan tentang siklus dan manfaat air sehingga memahami betul akan pentingnya air bagi kehidupan di muka bumi. Kegiatan praktikum analisis air di laboratorium yang ada dapat menjadi bekal siswa untuk mulai mencintai ilmu pengetahuan alam sejak dini. Harapannya museum ini dapat menjadi destinasi wisata edukatif baru tentang air yang dapat dipelajari dengan mudah dan aplikatif untuk segala usia. 

Di minggu pertama soft launching Museum Air 'Water for Life', Jogja Bay menggratiskan tiket masuk ke dalam area museum khusus pengunjung Jogja Bay Waterpark. Hal ini dikonfirmasi oleh Medha Zeli Elsita selaku Public Relation Jogja Bay Waterpark. Menurut Medha kesempatan ini dapat digunakan pengunjung Jogja Bay untuk menjadi orang pertama masuk ke Museum Air secara gratis dan tidak dipungut biaya. 

“Promo gratis masuk Museum Air di minggu pertama soft launching ini akan berlangsung pada tanggal 13-20 Oktober 2018. Mulai 21 Oktober 2018 untuk masuk ke museum air akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp 25.000 per orang,” ujar Medha. (*)