DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 Oktober 2018 / 16:55 WIB

Ini Dia Batik Alam Motif Melon, Karya Asli Mantaran

BATIK kain khas Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO ini memiliki ragam motif dan corak. Cara membuatnya juga beragam. Tak heran banyak anak-anak maupun remaja baik laki-laki maupun perempuan yang juga merasa bangga ketika memakai batik.

Kebanyakan, motif batik adalah bunga atau daun. Pernahkah melihat batik dengan motif Buah Melon? Jika belum. Tak ada salahnya datang ke Dusun Mantaran Desa Trimulyo Kecamatan Sleman. Di sana, ada ibu-ibu yang membuat batik dengan motif Buah Melon.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Pemilihan Buah Melon, karena sebelum belajar membatik. Sebagian besar ibu-ibu disana bertani melon. Bahkan ketika awal-awal belajar batik, mereka tetap menyempatkan diri ke sawah terlebih dahulu untuk menggarap lahan Melon.

Buah Melon yang berbentuk bulat, membuat batik di Dusun Mantaran cukup mendapat tempat di hari pecinta batik. Apalagi pewarna yang digunakan juga alam. Tidak mengandung bahan kimia.

"Agar tidak monoton bulat-bulat saja, kami juga memodifikasi dengan motif kain. Misalnya Melon dengan Parang atau Melon dengan Parijotho yang merupakan batik khas Sleman. Responnya Alhamdulillah baik," kata Ketua Kelompok Mantaran Batik, Rita Lestari saat menerima kunjungan wartawan dari Humas Setda Sleman, Kamis (11/10/2018).

Tidak hanya buahnya. Daun dan bunga dari Buah Melon juga dijadikan motif batik. Sedangkan untuk pewarna alam, ada dari Daun Alpukat hingga Daun Mangga. Ada juga yang menggunakan Jambal, Tegeran, Tingi dan sebaiknya.

Pewarna alam sengaja dipilih karena ramah lingkungan. Ibu-ibu ini tidak ingin limbah dari proses mewarnai batik akan memberikan dampak negatif bagi anak cucu mereka.

Untuk pemasaran tidak hanya melayani pesanan. Baik dari kantor maupun sekolah. Namun juga sudah masuk ke beberapa toko besar di Yogyakarta. "Kemarin juga sempat ikut pameran dan ada pesanan dari Riau. Mereka mintanya motif pulau," ujarnya.

Meski sudah mulai melayani pesanan batik, ibu-ibu masih menyempatkan untuk bertani Melon. "Sebenarnya selain Melon ada Semangka juga. Tapi hanya musim tertentu," ungkap Titik Siswanti yang juga anggota Mantaran Batik.

Harga satu lembar kain batik khas Mantaran ini berkisar Rp 180 ribu hingga Rp 1 juta. Menyesuaikan seberapa banyak proses celup ketika mewarnai dan juga kesulitan motif. (Atiek Widyastuti H)