Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 11 Oktober 2018 / 16:45 WIB

Banjir Kritik, Anggaran Infrastruktur Sragen Rp 5,8 M

SRAGEN, KRJOGJA.com - Anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sragen hanya dijatah Rp 5,8 miliar dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2019. Angka itu menurun drastis dibandingkan anggaran yang sama dalam APBD Sragen 2018.

 

Kondisi ini memantik kritikan dari sejumlah anggota DPRD setempat mengingat infrastruktur jalan dan jembatan di Sragen masih banyak yang belum diperbaiki.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sragen, Sri Pambudi Kamis (11/10) mengatakan, anggaran infrastruktur jalan dan jembatan di APBD 2018 mencapai Rp 220,944 miliar. Jumlah itu masih ditambah di perubahan APBD 2018 senilai Rp 61,5 miliar sehingga total anggaran infrastruktur jalan dan jembatan pada 2018 Rp 282,466 miliar. "Tapi mata anggaran yang khusus jembatan dan jalan tahun depan hanya Rp 5,8 miliar," ujarnya.

Pambudi mengaku tidak kaget dengan anjloknya anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tahun depan. Karena anggaran besar pembangunan infrastruktur sudah diajukan penggunaannya pada 2018 dengan mekanisme utang hingga R p200 miliar. "Kalau tidak salah, tahun 2019 hanya tiga kegiatan perbaikan jembatan dan talut. Salah satunya perbaikan Jembatan Bejingan (Kecamatan Masaran)," jelasnya.

Pambudi menerangkan minimnya anggaran infrastruktur jalan dan jembatan Sragen juga akan terjadi pada RAPBD 2020. "Dengan mengambil kebijakan utang Rp 200 miliar pada tahun ini, artinya dua tahun ke depan tak akan ada pembangunan signifikan di Sragen karena anggarannya untuk membayar hutang," tandasnya.

Dengan sumber anggaran yang sedikit diharapkan ada dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK). Tapi untuk DAU dan DAK Sragen 2019 belum ada kepastian. "DAU dan DAK belum ada informasi, termasuk bantuan keuangan dari provinsi juga belum bisa dipastikan," tuturnya.
Ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan pada 2018, sebut Pambudi, adalah ruas jalan Mejenang-Belukan sepanjang empat kilometer. Kondisi ruas jalan itu rusak sedang dalam beberapa tahun terakhir. "Di Sragen utara ada beberapa yang belum diperbaiki. Tapi dengan alokasi anggaran yang hanya segitu, jelas tidak bisa menjangkau semua perbaikan," tambahnya.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setda Sragen, Tedi Rosanto, mengonfirmasi turunnya nilai anggaran infrastruktur jalan dan jembatan 2019. Tapi dia belum tahu persis berapa besaran anggaran yang dialokasikan pada 2019 untuk itu.
Menurut Tedi, penurunan nilai anggaran infrastruktur karena tahun itu Pemkab Sragen mulai melaksanakan kewajibannya membayar utang Rp 200 miliar. "Kalau tidak salah Pemkab harus bayar Rp 110 miliar pada 2019 dan Rp 110 miliar lagi pada 2020," terang dia. (Sam)