DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 11 Oktober 2018 / 15:46 WIB

Dollar Tinggi, Eksportir Beruntung

SLEMAN, KRJOGJA.com - Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika berdampak positif bagi eksportir. Pasalnya mereka mampu mendapatkan keuntungan berlipat.

Seperti yang dirasakan Heru Prasetyo pemilik usaha Pras Craft Jogja. Pengrajin limbah kayu jati, resin dan fiberglass ini sudah berhasil menembus pasar Eropa hingga Amerika sejak tahun 2015. Dikarenakan pasarnya sudah dunia, otomatis dalam pemasangan harga sudah dalam bentuk bentuk dollar atau euro.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

"Karena pasar kami adalah ekspor, otomatis sangat diuntungkan dengan tingginya nilai tukar dollar. Jika dalam keadaan biasa, omset satu bulan berkisar 15-18 ribu Dollar Amerika. Tapi saat ini bisa sampai 30 ribu dollar," ujar Heru di 'showroom' Dusun Polowidi Desa Trimulyo Kecamatan Sleman, Kamis (11/10).

Pasar kerajinan Heru tersebar di 15 negara. Mulai dari Eropa hingga Amerika. Untuk pasar Asia, didominasi Dubai, Oman dan Qatar. Saat ini dia sedang mengerjakan pesanan dari Pakistan, Ceko dan Denmark.

Guna menempuh pasar dunia, Heru rutin berkomunikasi dengan pemerintah. Dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Pasalnya, dengan mengikuti pameran maka dia dapat bertemu dengan <I>buyer<P> dari berbagai negara.

"Produk ini memang hanya memanfaatkan limbah kayu. Namun dengan kreativitas dan inovasi, nyatanya justru menarik pasar dunia," ujarnya. (Awh/Has)