DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 11 Oktober 2018 / 14:35 WIB

Petani Keluhkan Anjoknya Harga Bawang

SLEMAN, KRJOGJA.com - Hasil panen bawang merah saat ini sedang bagus, namun tingginya harga panen itu tidak diimbangi dengan harga.
Di tingkat petani harga hanya berkisar Rp 6.000 hingga Rp 7.000 perkilogram.

Kondisi ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Meski tidak sampai merugi, namun rendahnya harga bawang merah membuat petani tidak bisa meraup keuntungan karena hanya bisa untuk menutup modal usaha.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

"Dari petani harga bawang merah hanya Rp 6-7 ribu saja perkilogramnya. Kalau sudah sampai konsumen kemungkinan sudah Rp 10 ribu," kata Janu Riyanto (39) petani bawang merah dari Dusun Karang Kalasan Desa Tirtomartani Kalasan Sleman, Kamis (11/10).

Harga ini menurutnya, merupakan harga terendah sepanjang dia menanam bawang merah. Sebab, tahun-tahun sebelumnya meskipun pada masa panen raya. Harga bawang merah di tingkat petani masih bisa Rp 9.000 perkilogram.

Janu menjelaskan, idealnya harga bawang merah di tingkat petani itu adalah Rp 10 ribu. "Dengan harga itu, saat sampai di tingkat konsumen harganya tidak terlalu tinggi," ungkapnya.

Di Kecamatan Kalasan sendiri, petani bawang merah cukup banyak dengan luas lahan mencapai 16 hektare. Tersebar di Desa Purwomartani dan Selomartani.

Secara keseluruhan di Kabupaten Sleman ditargetkan 20 hektare lahan bawang merah dengan 160 ton bawang merah basah. Namun realisasinya mencapai 26 hektare. Untuk hasil panen, belum dapat dihitung. Karena saat ini dalam masa panen.

"Lahan bawang merah terbanyak di Kecamatan Ngemplak, Kalasan dan Godean. Untuk pemasaran sudah sampai luar daerah," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Edi Sri Harmanto. (Awh)