Ragam Editor : Agus Sigit Kamis, 11 Oktober 2018 / 12:48 WIB

Ditanggap Lelembut Stand Up Comedy, Endingnya Bikin Merinding..

Kisah seniman ditanggap satau diberi jog mentas oleh lelembut pernah kita dengar. Salah satunya seperti kisah dibawah ini seorang pemain stand up mendapat job dari orang yang ternyata berasal dari alam lain.


TAMPILANNYA sederhana, tetapi Bardan (bukan nama sebenarnya), pemuda lugu asal desa Sompilan itu, oleh Tuhan diberi talenta piawai membuat canda. Lewat acara Stand Up Komedy yang kerap ditayangkan televisi, Bardan menjadi orang terkenal.

Belum lama ini Bardan mudik, tilik orangtuanya. Menjadi orang kondang, tak pelak Bardan mendapat perhatian istimewa dari warga desa asalnya. Pada hari ke tiga, petang menjelang malam, Bardan kedatangan seorang lelaki sepuh. “Nak Bardan, Simbah ingin sampeyan mau bermain stand up komedi di rumahku. Anak- anakku, cucu-cucuku, isteriku, dan saudara-saudaraku ingin sekali melihat penampilan Nak Bardan secara langsung,” ujar lelaki sepuh itu sembari memberikan segepok uang dan selembar kartu nama. Tidak ada kesempatan bagi Bardan untuk menolak permintaan tersebut. Pada hari yang telah disepakati, Bardan datang ke rumah lelaki sepuh itu.

Di sebuah ruangan yang cukup luas, banyak orang telah duduk dengan rapi menunggu penampilan Bardan. Ada anak kecil, remaja dan orangtua, laki-laki dan perempuan. Tuan rumah, lelaki sepuh yang kemarin menemui Bardan mempersilahkan Bardan segera memulai pertunjukannya.

Merasa telah diberi honor yang besarnya di atas rata-rata, Bardan berusaha tampil all out. Beberapa candaan segar dan menggelitik pun dilempar oleh Bardan. Bardan puas, candaannya mendapat sambutan yang sangat luar biasa.

Semua penonton tertawa terpingkal-pingkal. Tubuhnya pada bergoyang. Beberapa ada yang nggablogi pundak orang di sampingnya. Mungkin saking gelinya mendengar lelucon yang dilempar Bardan.

Namun, Bardan merasa ada sesuatu yang aneh. Jelas, orang yang ada di ruangan itu pada tertawa terbahak-bahak. Bahkan satu-dua ada yang sampai kepuyuh-puyuh. Anehnya, Bardan tidak mendengar suara apa pun. Suasananya sangat sunyi. Hanya melihat mulut yang terbuka lebar, tubuh yang terguncang-guncang, dan satu-dua orang lari ke toilet.

Mata Bardan terbelalak ketika menatap salah satu penontonnya. Mulutnya tertawa sangat lebar. Sampai… sobek di bagian pipi kanan dan pipi kirinya. Darah merah tampak mengalir dari kedua pipinya.

Bardan bergidik. Dia memang termasuk orang yang tidak tahan melihat darah. Akibatnya fatal. Bardan jatuh tidak sadarkan diri. Pagi-pagi pemain stand up komedy itu ditemukan seorang pencari rumput, tergeletak di tengah kuburan desa. (Harianmerapi)