DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 11 Oktober 2018 / 11:55 WIB

Jogja Halal Fest Dibuka, Hadirkan 217 Stand Syariah

BANTUL, KRJOGJA.com - Jogja Halal Fest 2018 secara resmi dibuka Kamis (11/10/2018) pagi bertempat di Jogja Expo Center (JEC). 217 stand syariah dari berbagai segi bidang ekonomi memeriahkan festival yang baru kali pertama diselenggarakan di DIY ini.

 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Wakil Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Firdaus Djaelani mengatakan selama empat hari masyarakat luas bisa mengakses dengan mudah berbagai produk ekonomi syariah di JEC. Firdaus pun berharap Jogja Halal Fest bisa membawa dampak positif dan pertumbuhan ekonomi syariah khususnya yang berada di DIY.

“Kami mengundang Yogyakarta untuk setiap tahun menyelenggarakan event ini. Kali ini tercatat 217 stand terdiri dari kuliner, fashion, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, rumah sakit, hotel, properti dan travel syariah ikut serta. Kami berharap event ini mendukung peningkatan ekonomi syariah khususnya di Yogyakarta sehingga bisa semakin dirasakan masyarakat,” ungkapnya di sela pembukaan.

MES sendiri mencatat hingga Juni 2018 industri keuangan syariah di Indonesia mencapai angka prospektif Rp 440 Trilyun untuk sektor perbankan, sementara untuk non bank pun dinilai mengalami pertumbuhan mencapai angka Rp 98 Trilyun.

“Untuk pasar modal juga mengalami pertumbuhan sudah mencapai Rp 662 Trilyun. Hal ini masih bisa ditingkatkan agar keuangan syariah bisa dirasakan masyarakat. Inilah yang ingin kami harapkan bertumbuh melalui event ini,” tandasnya.

Sementara Sekda DIY Gatot Saptadi menyambut baik diadakannya Jogja Halal Fest untuk kali pertama. Pemda DIY berharap dengan semakin berkembangnya produk syariah di DIY, masyarakat semakin merasakan dampak nyata dari segi perekonomian.

“Kami sambut baik dan berikan apresiasi kegiatan Jogja Hala Festival 2018. Semoga mendukung iklim perekonomian DIY di mana ada berbagai produk halal yang ikut mulai makanan, kosmetika, produk keuangan dan berbagai segi perekonomian lainnya,” ungkap Gatot. (Fxh)