DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 11 Oktober 2018 / 10:09 WIB

Ekonomi DIY Bakal Melambat, Ini Sebabnya

YOGYA, KRJOGJA.com - Proyeksi pertumbuhan ekonomi DIY Kuartal III 2018 sedikit melambat dibandingkan Triwulan II 2018, namun masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kondisi ini sejalan dengan proyeksi lebih rendahnya konsumsi pemerintah. Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif ini harus didukung inflasi yang terkendali dengan perkiraan berada pada kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen sampai akhir 2018 serta stabilitas keuangan daerah yang terjaga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budi Hanoto mengatakan, pertumbuhan
ekonomi DIY Triwulan III diperkirakan 5,78 persen (yoy) yang saat ini Triwulan II tumbuh 5,90 persen. Namun demikian, perekonomian DIY Kuartal III 2018 tetap ditopang oleh sektor industri pengolahan, sektor hotel dan restoran dan sektor kontruksi yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan Triwulan II 2018.

"Kinerja perekonomian DIY Triwulan II 2018 terakselerasi dengan tumbuh signifikan mencapai 5,90 persen yang tertinggi selama empat tahun terakhir. Sedangkan perekonomian nasional mengalami penguatan dengan tumbuh 5,27 persen pada Triwulan II 2018 yang ditopang peningkatan daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi DIY tersebut masih didominasi konsumsi swasta sebesar 71 persen, disusul Investasi sebesar 30 persen dan belanja pemerintah 17 persen,” papar Budi Hanoto di Yogyakarta, Rabu (10/10). (Ira)