Olahraga Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 Oktober 2018 / 02:30 WIB

PSS Bermain Luar Biasa Tanpa Dukungan Suporter, Ini Penyebabnya

SLEMAN, KRJOGJA.com - Banyak mata memandang di laga melawan PSIM adalah puncak permainan PSS selama musim kompetisi Liga 2 2018. Skuad PSS bermain begitu kompak menerapkan skema hingga membuat pertahanan PSIM kalang kabut kemasukan empat gol. 

Terlepas dari empat gol, Bagus Nirwanto cs berhasil bersinergi satu sama lain selama di lapangan. Pasukan PSS tampak menguasi setiap jengkal lapangan baik saat menyerang maupun bertahan. 

Arie Sandy yang kali ini diplot sebagai gelandang bertahan mampu menjalankan peran yang terhitung baru musim ini dengan baik. Ia menopang Amarzukih dan Ichsan Pratama yang kali ini terlihat lebih leluasa mengatur penyerangan PSS. 

Pun begitu Rian Miziar dan M Zamzani terlihat nyaman berduet mengamankan gawang Ega Rizky. Bek-bek dan gelandang PSS tampaknya mampu memberikan kenyamanan bagi pemain depannya untuk berkreasi yang kemudian berdampak positif lesakan empat gol. 

Padahal, tribun penonton yang biasanya terisi puluhan ribu Sleman Fans kali ini kosong melompong. Tidak ada satupun penonton yang diijinkan masuk, termasuk media yang tidak semuanya bisa diberikan akses memasuki Maguwoharjo. 

Kapten tim Bagus Nirwanto pun mengungkap alasan timnya bisa bermain apik hingga memenangi laga derbi DIY kali ini. “Kami semua tampil kompak, menutup kekurangan tanpa saling menyalahkan satu sama lain. Ini mungkin yang membuat berbeda dan mungkin jadi rahasia kemenangan,” ungkap Bagus usai laga. 

Pelatih PSS, Seto Nurdiantoro kemudian memberikan penegasan pada pernyataan anak asuhnya tersebut. Kak Seto menilai, sejak awal timnya memang berusaha mendikte permainan dengan mengatur tempo. 

“Kami coba atur irama dari awal dan itu mungkin kunci kemenangan kami hari ini. Kami tahu pemain PSIM dengan talenta luar biasa, kecepatan dan kebugaran pasti ingin bermain cepat, kami coba atur dan berhasil,” ungkap Kak Seto usai laga. 

Kak Seto menampik bahwa penampilan lepas anak asuhnya terjadi karena tidak adanya kekhawatiran mengecewakan puluhan ribu suporter yang menonton seperti biasanya. “Tidak, pemain harus bisa enjoy dengan atau tanpa penonton, jangan pernah jadi beban. Tapi memang kemenangan ini untuk suporter yang tidak bisa datang ke stadion,” sambung Kak Seto tersenyum. 

Ketika disinggung mengenai permainan atraktif anak asuhnya yang bahkan dinilai terbaik sepanjang musim ini, pelatih asli Kalasan ini memilih merendah. Ia menilai masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk berbicara banyak di babak selanjutnya. 

“Kami beruntung bisa memanfaatkan peluang yang ada. Di babak pertama kita punya peluang dan jadi tiga gol. Dari sisi permainan masih banyak pekerjaan, belum seperti yang saya inginkan. Tapi kami tetap bersyukur atas hasil kali ini,” pungkasnya. (Fxh)