Jateng Editor : Agung Purwandono Rabu, 10 Oktober 2018 / 19:52 WIB

Proyek Peningkatan Jalan Desa Pagersari Terhenti, Rugikan Warga Akses Antar Kecamatan Terputus

KENDAL (KRJOGJA.COM), Proyek peningkatan jalan yang dikerjakan dan seharusnya menguntungkan warga, namun justru proyek peningkatan jalan Desa Pagersari- Desa Curugsewu ang berada di Dusun Bongkaran Desa Pagersari Kecamatan Patean justru merugikan warga. Pasalnya proyek yang seharusnya sudah berjalan sejak 23 Juli 2018 dengan waktu pengerjaan 120 hari tersebut terhenti tanpa alasan yang jelas.

Proyek APBD Kendal dengan nomor kontrak 602/3705/DPUPR tersebut secara tiba-tiba tidak lagi ada pekerjanya, bahkan kantor proyek CV. Depo Rendra yang berada di dekat lokasi proyek kosong.

Sulaiman warga RT 2 RW 1 Dusun Bongkaran Desa Patean saat dikonfirnasi KRjogja.com Rabu (10/10) mengatakan sudah dua bulan ini proyek pengerjaan tidak dikerjakan. Warga mengaku kecewa karena bukan hanya tidak dikerjakan namun juga meninggalkan pekerjaan yang belum selesai.

Pasalnya pada ujung jembatan kali bongkaran sudah terlanjur dikeruk sedalam 50 cm namun tidak dikembalikan seperti semula sehingga jembatan tidak bisa dilalui.

"Warga menyesalkan kenapa ujung jembatan di kedua sisi dikeruk sedalam 50 cm dan ditinggalkan begitu saja sehingga praktis akses jalan dari desa pagersari ke curugsewu bahkan ke Kecamatan tetangga harur memutar sejauh 5 KM," ujar Sulaiman.

Tidak hanya mobil namun sepeda motor tidak bisa melintas karena terlalu tinggi dan posisi jalan seperti amblas. Selain posisi jalan yang sudah dikeruk di bagian lain jalan sudah dilapisi tanah dan membuat berdebu.

Menurut Sulaiman tidak hanya itu anak-anak sekolah harus memutar jika akan ke sekolah karena akses tidak bis dilewati.

Warga lain Agus juga mengatakan hal yang sama, katanya dua bulan lalu sudah ada alat berat dan melakukan pengerukan jalan di sekitar jembatan. Beberapa plat untuk pengecoran juga sudah disiapkan namun ditinggalkan begitu saja.

"Warga secara swadaya membuat jalan sendiri agar bisa melintas dengan menguruk menggunakan tanah agar bisa digunaka untuk melintas, kami tidak tau kapan akan dikerjakan," ujar Agus.

Di papan nama proyek, anggaran yang digunakan untuk peningkatan jalan sebesar Rp. 1,1 Miliar namun berapa panjang jalan yang dikerjakan tidak tercantum.

Kepala DPU-PR Kabupaten Kendal Sugiyono saat dikonfirmasi mengakui bahwa memang ada proyek yang belum dikerjakan di Desa Pagersari. "Kami sudah memberikan tegura pertama dan mereka sudah berjanji akan mengerjakan minggu depan," ujar Sugiyono.

Saat ditanyakan mengenai waktu pengerjaan dengan enteng menjawab jika pengecoran sepanjang 600 meter bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari. "Pengecora segitu paling tiga hari selesai, semalam pekerjaan pengecoran bisa sampai 200 meter," lanjutnya. (Ung)