Olahraga Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 Oktober 2018 / 00:10 WIB

Catat Kekalahan Terbesar di Maguwoharjo, Begini Kata Pelatih PSIM

SLEMAN, KRJOGJA.com - PSIM harus mengakui keunggulan tuan rumah PSS dengan skor cukup telak empat gol tanpa balas dalam derbi DIY Rabu (10/10/2018). Kekalahan tersebut merupakan yang terbesar bagi PSIM selama pertemuan derbi DIY paling tidak sejak 2008 lalu yang mana skor selalu tipis berselisih satu. 

Tak pelak kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Laskar Mataram yang merupakan saudara tua PSS. Terlebih, permainan anak-anak PSIM begitu terlihat tak berdaya di sepanjang babak terutama paruh pertama. 

Pelatih PSIM Bona Elisa Simanjuntak tak menampik ada yang tidak biasa dari permainan anak asuhnya kali ini. Lini pertahanan PSIM tidak berjalan dengan baik sehingga mudah ditembus dan kemasukan tiga gol dalam rentang waktu lima menit. 

“Babak pertama lini belakang kami tidak berjalan baik, koordinasi dan komunikasi tidak bisa dilakukan. Gol memang karena kesalahan pemain belakang dan ini sangat jauh di luar dugaan bisa kalah cukup banyak. Kami datang ke sini ingin meraih poin away,” ungkap Bona kepada wartawan usai laga. 

Secara spesifik pelatih yang selalu berkoordinasi dengan manajer tim Erwan Hendarwanto ini mengakui bahwa para pemain  terlihat tidak bermain secara tim dengan pergerakan kompak layaknya laga-laga sebelumnya. “Para pemain saling mengharapkan tidak saling memberitahu dan komunikasi. Gol pertama, kedua dan ketiga di babak pertama sangat terlihat kurangnya komunikasi,” sambungnya. 

Empat gol PSS yang tercipta kali ini memang seluruhnya berawal dari penyerangan di sisi kiri pertahanan PSIM yang diisi Crah Eka Angger pada wing dan Fandy Edi di posisi bek kiri. Rifal Lastori yang didukung permainan kompak pemain PSS dengan sangat mudah menembus untuk mengirimkan umpan pada Rangga Muslim dan El Loco sehingga berbuah tiga gol. 

Kini, Bona dan tim pelatih memiliki pekerjaan rumah besar membangkitkan kembali semangat anak-anak PSIM untuk melakoni laga home terakhir melawan Madura FC. PSIM berniat menutup kompetisi Liga 2 2018 dengan catatan manis di kandang sendiri. 

“Nanti lawan Madura kami ingin mengobati kekalahan ini sekaligus menutup musim dengan baik. Kami akan kembalikan spirit anak-anak setelah kekalahan hari ini,” pungkas Bona. (Fxh)