DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 Oktober 2018 / 00:50 WIB

APEL ORMAS DAN RELAWAN

Jelang Pemilu, Waspadai Aksi Terorisme

BANTUL, KRJOGJA.com - Polres Bantul membuat terobosan dengan menggelar apel Organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan relawan di Mapolres Bantul, Rabu (10/10/2018). Dari program apel itu target utamanya ialah mewujudkan pemilu damai.  Karena  Pemilu punya arti penting dan strategis bagi berlangsungnya kepemimpinan, pemerintahan serta pembangunan dalam mencapai tujuan  nasional. Apel dikuti sejumlah ormas dan relawan diantaranya  Rapi, Faki, Kokam, Banser, Laskar Sayidina Ali, Senkom, Paksi Katon, Sena Putra, FKPM, Saka Bhayangkara, Pemuda Khatolik, Sako Pramuka LDII, IKKJ dan SAR.

Kapolres Bantul Sahat Marisi Hasibuan SIK MH mengatakan, apel tersebut merupakan bentuk kemitraan Polres Bantul bersama ormas, relawan di Kabupaten Bantul. Harapannya keamanan kewilayahan jelang pelaksanaan Pilurdes, Pileg dan Pilpres 2019 bisa tercapai. “September lalu memasuki tahap yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu dimulainya tahapan Pemilu 2019,” ujarnya.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Oleh karena itu, pada konteks ini manajemen keamanan yang terpadu dan komprehensif sangat dibutuhkan. Salah satunya dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada, memperkokoh kerja sama sinergis dengan penyelenggara Pemilu, TNI, seluruh komponen masyarakat  dan  mitra kamtibmas lainnya. Sehingga pemantapan berdemokrasi dapat terwujud, serta menjadi landasan menuju Bantul makmur dan sejahtera.

“Yang perlu dicermati, setiap tahapan pelaksanaan Pemilu 2019, tentunya akan muncul berbagai potensi kerawanan yang membutuhkan perhatian serius dan perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata  yang ujung-ujungnya menghambat penyelenggaraan Pemilu 2019,” jelas Sahat. Sahat mengatakan, potensi kerawanan berupa pelanggaran tindak pidana Pemilu, pidana  umum dan terorisme. Dengan apel itu, diharapkan mampu menjaga serta meningkatkan harmonisasi kerjasama serta soliditas. Terutama dalam rangka mengambil langkah untuk mengantisipasi munculnya riak-riak pada setiap tahapan Pilurdes, Pileg dan Pilpres

Sahat mengajak seluruh anggota Ormas dan Relawan meningkatkan, mempertahankan jiwa patriotisme, nasionalisme kebangsaan  dalam kehidupan berbangsa, bernegara dalam bingkai NKRI serta meningkatkan kesadaran toleransi bermasyarakat. “Menghormati keanekaragaman / kebhinekaan yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia dengan menjaga dan mencintai nilai-nilai budaya Yogyakarta  harus  dijaga,” kata Sahat. Anggota ormas dan relawan diminta meningkatkan integritas nasional dengan pedoman Pancasila sebagai ideologi dan inspirasi membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.(Roy)