DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 10 Oktober 2018 / 20:36 WIB

Tingkat Konsumsi Pangan Sleman Kurang Beragam

SLEMAN, KRJOGJA.com - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyatakan tingkat konsumsi pangan masyarakat Sleman kurang seimbang, beragam, bergizi dan berimbang (B3). Dari hasil survey konsumsi pangan, capaian skor pola pangan adalah 87,1 persen kurang dari standar nasional sebesar 100 persen.

Konsumsi sayur dan buah masyarakat Sleman juga masih rendah. Selain itu juga kurang konsumsi umbi-umbian. Banyaknya makanan cepat saji membuat masyarakat cenderung enggan mengkonsumsi produk pangan segar.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono dalam peringatan Hari Pangan Dunia XXXVIII di Halaman Kantor DP3 Sleman, Rabu (10/10). Ada beragam kegiatan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari lomba olahan pangan, pameran produk pangan unggulan hingga launching Beras Sleman untuk ASN.

Salah satu upaya dari DP3 Sleman agar konsumsi pangan masyarakat dapat B3 dengan optimalisasi lahan pekarangan. Ini juga sesuai dengan tema peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini, yakni 'Optimalisasi Lahan Pemasangan Menuju Lumbung Pangan Keluarga'. "Kita gencarkan gerakan suka tanam sayur buah untuk dikembangkan di keluarga. Dengan demikian keluarga dapat menyediakan pangan segar secara mandiri," ungkapnya.

Selain mampu mencukupi kebutuhan, dengan menanam sayur sendiri juga secara tidak langsung mengangkat ekonomi keluarga selain hasil panennya juga lebih bergizi.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengakui pangan bisa menjadi isu politik karena makanan itu sesuatu yang tidak dapat diabaikan. "Masyarakat tidak makan 1-2 hari tidak masyarakat. Namun kalau sudah lebih dari itu dapat menunjukan gejolak. Pasalnya tingkat global juga sedang ada perang dagang. Melibatkan dua negara besar, yakni Amerika dan China. Ini berimbas kepada dunia. Tak terkecuali Indonesia," ungkapnya. (Awh)