Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 10 Oktober 2018 / 16:33 WIB

Wantanas Dorong Nasionalisasi Warung Pojok

SEMARANG KRJogja.Com - Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) mendorong berdirinya outlet Warung Nasi Pojok Halal yang menjual nasi murah seharga Rp 3000 di seluruh Indonesia untuk membantu ketersediaan makan siang yang layak dengan harga murah bagi masyarakat bawah. Hal ini diungkapkan Analis Kebijakan pada Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Kolonel CZi Budi Irawan, Rabu (9/10/2018) pada pembukaan outlet 'Warung Nasi Pojok Halal' di Jalan Kesatrian Komplek TNI AD Jatingaleh Semarang.

 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Menurut Budi, Warung Nasi Pojok halal yang diinisiasi Yusuf Hamka di Jakarta telah banyak membantu, khususnya masyarakat miskin untuk mendapatkan menu makan yang layak dan sehat. Konsepnya bukan bisnis, melainkan murni gerakan sosial membantu masyarakat. "Hal ini yang membuat Sekjen Wantanas Letjen TNI Doni Monardo memanggil Yusuf Hamka untuk mempresentasikan konsep Warung Nasi Pojok Halal yang viral membantu mengatasi kelaparan masyarakat bawah. Karena sejalan dengan peran Wantanas dalam mewujudkan ketahanan nasional, maka konsep warung murah disupport Wantanas untuk dikembangkan ke seluruh Indonesia agar dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan menu makan sehat dan layak," ungkap Kolonel CZi Budi Irawan.

Mereka yang terlibat dalam Warung Nasi Pojok Halal selain Wantanas, Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, POM TNI, LVRI Jateng dan Kelopok Sosial Kemasyarakatan. Seluruh menu makanan yang dijual murah menurut Budi Irawan dibeli dari penjual nasi di sekitar secara bergantian. "Hal ini agar tidak mematikan penjual nasi. Satu porsi kami beli Rp 10 ribu dan kami jual kembali Rp 3 ribu. Jadi setiap pembeli nasi murah ini mendapatkan subsidi Rp 7 ribu tiap piring. Ini lah yang namanya konsep sosial, jadi kami juga memberi rejeki bagi pedagang nasi. Mereka tidak akan mati atau bersaing setelah adanya Warung nasi Pojok Halal", tambah Kol CZi Budi Irawan. Setelah Semarang, Budi akan membuka outlet di Solo, Bali, Mataram dan Sumbawa. Termasuk fokus utama juga di kota-kota yang dilanda Bencana Alam kemarin.      

"Semoga ini bisa membantu masyarakat. Outlet-outlet ini juga merupakan wahana komunikasi sosial untuk mendukung ketahanan nasional di bidang pangan. Kami ingin rakyat ini kenyang, tidak ada yang lapar. Sebab perut kenyang ini akan melahirkan energi dan pikiran positif. Kalau lapar pasti akan muncul pemikiran-pemikiran yang mudah dipengaruhi untuk bertindak negatif", lanjut Budi Irawan.
Babinsa Kodim 0733 BS Semarang Peltu M Said yang ikut terlibat di wilayahnya mengaku senang dapat membantu masyarakat binaannya di Jangli untuk mendapatkan menu makan layak dan murah.

"Kami informasikan kepada masyarakat yang kurang mampu akan adanya Warung nasi Pojok Halal, tanggapannya sangat antusias. Bahkan bagi mereka yang tak mampu pun bisa makan gratis", ujar Peltu M Said. Komandan Kodim 0733 BS Semarang Kolonel Inf M Taufiq Zega melalui Pasiter Mayor Inf Susanto support acara tersebut dan akan menjadi wahana komunikasi sosial yang cukup efektif mendukung tugas pokok komando kewilayahan. (Cha)