DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 Oktober 2018 / 15:29 WIB

Teknologi Harus Topang Usaha Rakyat

BANTUL, KRJOGJA.com - Masyarakat mesti terus didorong agar  bisa membuka peluang usaha baru sesuai potensi masing-masing wilayah. Hadirnya teknologi harus memberikan andil dalam mendorong usaha berbasis masyarakat pedesaan itu cepat berkembang.

Tidak kalah penting, seorang  wiraswasta mesti gigih pantang menyerah ketika menjalankan usahanya. Sudah banyak contoh pengusaha paling sukses di Indonesia dirintis dari usaha kecil.

“Sebuah usaha itu membutuhkan tahapan mulai dari kecil merintis hingga pada akhirnya mencapai puncaknya, di Indonesia sudah banyak contohnya,” ujar Ketua DPRD  DIY Yoeke Indra Agung Laksana SE disela membuka acara bertajuk pembinaan kepribadian generasi muda di Balai Desa Mulyodadi Bambanglipuro Bantul, Rabu (10/10/2018).

Yoeke mengatakan, sebagai generasi  harus mampu menunjukkan berkiprahnya dalam menangkap peluang usaha baru. Bagi yang sudah punya usaha harus melakukan inovasi agar produknya  bisa diterima pasar. Dalam kesempatan itu Yoeke juga menyarankan olahan oleh-oleh berbahan gayam harus dikemas semenarik mungkin.

Sementara Lurah Mulyodadi Aris Sapto Nugroho mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini makanan berbahan baku gayam  gencar melakukan inovasi. “Kalau tidak salah sampai sekarang ini belasan jenis makanan dari bahan baku gayam,” ujarnya.

Sebagai pusatnya oleh-oleh berbahan baku gayam berada di Dusun Kraton, Bregan, Jomblang serta Warung Pring. Mulai dari ceriping gayam, brownis gayam, tempe gayam, sari gayam rendang gayam hingga kue donat dari gayam.

Pesatnya makanan khas Mulyodadi berbahan baku gayam   berkembang selama tiga tahun terakhir. Banyaknya olahan makanan dari gayam bukan tanpa hambatan, khususnya terbatasnya bahan baku.

Sekarang ini antara bahan baku dengan proses pengolahan tidak seimbang. Sehingga tidak ada pilihan lain dan harus mencari dari luar daerah. “Makanan oleh-oleh berbahan gayam ini sudah ada di Mulyodadi sejak puluhan tahun lalu. Meski waktu itu masih sederhana dan belum sebanyak sekarang ini,” jelasnya. (Roy)