DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 Oktober 2018 / 14:37 WIB

Suhu Panas, Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Suhu udara Kabupaten Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir ini terasa cukup panas. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta suhu panas tersebut mencapai angka 35 derajat celcius dengan kelembaban yang sangat minim.

Diperkirakan situasi semacam ini akan terjadi hingga pertengahan Oktober 2018 pekan depan. Cuaca panas disebabkan oleh gerak semu matahari menuju arah selatan Khatulistiwa. Hal ini membuat seolah matahari sejajar dengan bumi, dan memicu suhu panas dan kering.

“Akibat dari gerak semu matahari ini membuat tekanan udara di bumi mengalami penurunan dibandingkan dengan hari-hari biasanya,” kata Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryanto.

Kondisi cuaca dan suhu udara semacam ini sebenarnya rutin terjadi setiap tahun pada setiap akan terjadi pergantian musim yakni antara bulan September -Oktober dan diperkirakan akan terjadi pada tanggal 13 Oktober 2018 mendatang. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kelembaban hanya menyentuh angka 41 persen.

Mengantisipasi cuaca panas ini, Agus mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Pasalnya cuaca panas seperti ini, tentunya juga disertai dengan debu yang cukup tebal dan akan semakin mengganggu pernapasan dan penglihatan.

“Saat ini masih dalam kategori pancaroba, diperkirakan musim penghujan baru akan terjadi pada November dan daerah ini masuk dalam 2 desterian,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta terkait dengan suhu panas yang terjadi belakangan ini, bisa memicu sejumlah penyakit. Potensi serta risiko tinggi terserang batuk, pilek serta radang tenggorokan.

Mengantisipasi hal semacam ini, masyarakat diminta menjaga pola makan, pola tidur dan aktivitasnya. Bukan tidak mungkin jika tidak memperhatikan pola tersebut, kekebalan tubuh akan jauh berkurang sehingga mudah terserang penyakit. Menggunakan masker saat di luar ruangan juga disarankan, pasalnya debu tanah, pasir atau lainnya tentu juga akan mengganggu kesehatan mata maupun pernapasan. (Bmp)