DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 Oktober 2018 / 10:56 WIB

Bulan Oktober Panas di Yogya Bakal Ekstrem

YOGYA, KRJOGJA.com - Hasil pantauan BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, suhu udara maksimum pada siang hari berkisar 31-33 derajat Celcius. Suhu udara yang cukup panas di siang hari terjadi karena posisi semu matahari.

”Bulan September kemarin di kisaran equator. Sebab itu, wilayah kita mendapatkan banyak curahan matahari. Pergerakan posisi semu matahari secara perlahan-lahan akan bergerak ke bagian selatan equator. Maka untuk wilayah Yogyakarta yang berada di selatan equator, akan mendapatkan curahan matahari lebih besar di bulan Oktober ini,” jelas Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono MSi.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Bertepatan dengan kondisi ini maka wilayah Yogyakarta di siang hari akan mempunyai suhu maksimum yang cukup tinggi yaitu bisa mencapai 33-35 derajat Celcius. Sedangkan secara umum kondisi iklim di bulan Oktober ini wilayah DIY akan memasuki periode pancaroba.

”Untuk awal musim hujan sendiri akan masuk mulai bulan November 2018. Imbauannya memasuki pancaroba, maka masyarakat mulai mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi muncul seperti di siang hari cuaca panas kemudian sore bisa berubah secara signifikan menjadi berawan dan hujan sedang-lebat dengan skala lokal maupun durasinya pendek,” papar Djoko.

Sedangkan hujan dapat disertai petir, dan angin kencang. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk memulai membersihkan drainase, selokan, sungai dari sampah, memangkas pohon yang tua dan bercabang, memperbaiki atap rumah yang sudah rusak, menjaga kesehatan dengan minum air putih yang cukup, bagi petani agar mempersiapkan guna menghadapi masa tanam sesuai iklim yang terjadi.

”Cuaca pada masa pancaroba ini adanya perubahan cuaca yang signifikan. Siang hari cuaca sangat panas, mendekati sore bisa berubah menjadi berawan dan berpotensi munculnya hujan dengan kategori sedang/- lebat dengan durasi pendek dan bersifat lokal. Kondisi ini bisa disertai petir dan angin kencang. Cuaca seperti ini umum terjadi di musim pancaroba, sesuatu yang rutin muncul di masa transisi peralihan musim,” jelas Djoko. (Rdi)