DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 09 Oktober 2018 / 12:34 WIB

Dishub Bantul Targertkan PAD KIR Kendaraan Rp 1,2 M

BANTUL, KRJOGJA.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul memprediksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapatkan dari pengujian kendaraan bermotor atau KIR pada akhir 2018 akan mencapai sebesar Rp 1,2 miliar. Angka ini melebihi dari besaran kesepakatan target yang dipatok sebesar Rp 1 miliar. Sementara itu hingga akhir September 2018, besaran PAD dari KIR kendaraan sebanyak Rp 972 juta.

Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Bantul Zanita Sri Andanawati menuturkan PAD pada Agustus kemarin baru sebesar Rp 800 juta. "Target hingga akhir tahun Rp 1 miliar sangat optimis tercapai bahkan lebih. Karena optimalisasi PAD terus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan pelayanan kualitas pengujian kendaraan," jelasnya.

Zanita menambahkan terkait pelayanan KIR, pihaknya terus melakukan perbaikan. Untuk sosialisasi pelaksanaan pembayaran uji kendaraan secara non tunai akan disediakan leaflet dan banner berisi mekanisme alur uji kendaraan secara non tunai.

Sosialisasi terkait pembayaran sistem non tunai akan dilaksanakan secara efektif di 17 kecamatan secara bertahap. Dalam sosialisasi tidak hanya dilakukan pembayaran non tunai untuk uji KIR kendaraan saja tetapi terkait beberapa hal seperti retribusi pasar, sampah dan beberapa retribusi lain.

Kepala Dishub Bantul, Aris Suharyanta menambahkan transaksi non tunai dilakukan sebagai wujud transparansi pembiayaan. Ia mengakui jika umur mobil tidak banyak mempengaruhi dalam kelaikan jalan. "Banyak mobil dengan tahun lama dan perawatan yang bagus tetap laik jalan," katanya.

Adapun beberapa kasus yang sering dijumpai dalam uji KIR di antaranya rem blong atau kurang normal, lampu sein yang tidak berfungsi dengan baik serta klakson yang tidak berbunyi. Berdasarkan rata-rata dari 80 kendaraan yang di uji KIR, sekitar 20 persen kendaraan harus melalui tahap perbaikan dahulu kemudian baru dinyatakan lulus. (Aje)