DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 09 Oktober 2018 / 11:41 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Gunungkidul Tinggi

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gunungkidul masih tinggi, meskipun upaya pemerintah kabupaten dalam menggandeng sejumlah instansi untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak terus dilakukan. Berdasarkan data mayoritas korban kekerasan adalah anak-anak, dalam kurun waktu 9 bulan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat mencapai 72 kasus yang terlaporkan.

Dari jumlah tersebut, 15 kasus telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Gunungkidul, 17 kasus ditangani di RSUD Wonosari, 12 kasus di Dinas Sosial. Kemudian 26 kasus ditangani oleh P2TP2A, 1 kasus di RS Panti Rahayu, dan 1 kasus di Rumah Sakit Nur Rohmah.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

“Berbagai upaya untuk memberikan jaminan perlindungan dan keselamatan bagi perempuan atau anak korban kekerasan terus kita lakukan,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KB dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Gunungkidul Rumi Hayati.

Adapun jumlah kekerasan terhadap perempuan terhadap perempuan dan anak berpotensi semakin banyak jumlahnya lantaran banyak korban yang tidak berani melapor. Para korban juga bahkan tidak menyadari bilamana sejumlah perlakuan yang mereka alami masuk dalam definisi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dan bernuansa pidana.

Dalam menangani kasus ini pemkab berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian, Dinas Sosial, lembaga kemasyarakatan dan beberapa instansi lainnya. Banyaknya kasus kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan dan anak ini memang sangat memprihatinkan.

Pencegahan demi pencegahan terus dilakukan, pemahaman mengenai hakhak dan kewajiban baik perempuan maupun anak terus diberikan. Pemberdayaan pada perempuan dengan memberikan semacam keterampilan juga telah dilakukan pemerintah. Jaringan antar lembaga juga terus dibangun. (Bmp)