DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 09 Oktober 2018 / 11:26 WIB

Kenaikan Gaji GTT Belum Bisa Terlaksana Tahun Ini

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Wacana kenaikan gaji Guru Tidak Tetap (GTT) dipastikan belum bisa dilaksanakan dalam tahun ini, pasalnya, alokasi dana bagi kenaikan gaji GTT tersebut tidak masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Gunungkidul 2018 dan menunggu pada APBD Gunungkidul 2019 mendatang.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Herry Kriswanto mengakui bahwa anggaran kenaikan gaji GTT belum bisa dimasukkan dalam APBD Gunungkidul 2018 yang saat ini tengah dibahas pihaknya. “Anggaran kenaikan GTT akan dibahas dalam penyusunan APBD 2019 mendatang,” katanya.

Terkait dengan hal tersebut, DPRD akan terus memperjuangkan kesejahteraan bagi tenaga honorer khususnya guru sekolah negeri di Gunungkidul. Berbagai strategi untuk mendesak pemerintah Gunungkidul terus dilakukan oleh anggota dewan agar nantinya janji kenaikan gaji tersebut bisa terealisasi dalam waktu dekat ini.

Hery Kriswanto mengaku mengetahui persis kondisi para GTT, karena itu sedapat mungkin bisa diupayakan. “Kami akan terus kawal agar harapan perbaikan gaji bagi honorer dapat terwujud,” imbuhnya.

Besaran gaji atau honor untuk GTT yang tengah diupayakan saat ini berkisar Rp 1.250.000 - Rp 1.300.000 atau setara dengan gaji para Tenaga Harian Lepas (THL). Dengan penyetaraan tersebut, diharapkan dapat meningkat dibandingkan pendapatan dari sebelumnya, yang hanya dalam kisaran Rp 250.000 perbulannya.

Akan tetapi dalam kebijakan umum anggaran dan prioritas anggaran sementara (KUA-PPAD) umtuk GTT hanya diusulkan sebesar Rp 600.000 per bulannya. Angka tersebut fleksibel karena pada November bisa masuk dalam pembahasan APBD murni.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Drs Bahron Rasyid MM mengatakan, mengenai SK Bupati yang digadang-gadang oleh GTT untuk legalitas dan kenaikan gaji dimungkinkan baru dapat dinikmati pada tahun 2019 mendatang. (Bmp)